INSIBERNEWS - Korea Utara tetap menjadi salah satu negara dengan kebijakan paling ketat di dunia, terutama dalam hal akses bagi orang asing. Negara ini masih menghadapi berbagai sanksi internasional akibat program nuklirnya yang kontroversial.
Meskipun begitu, ada perkembangan baru dalam kebijakan perbatasannya—sejak Februari 2024, turis asal Rusia telah diberikan izin masuk ke Korea Utara, sementara wisatawan dari negara lain masih dilarang.
Berbeda dengan kebanyakan destinasi wisata, perjalanan ke Korea Utara sangat terkontrol. Turis harus selalu ditemani oleh pemandu resmi, tanpa pengecualian.
Segala bentuk interaksi dengan warga lokal tanpa izin bisa berujung pada sanksi serius, mulai dari denda hingga penahanan. Pemerintah setempat tidak ragu untuk menindak siapa pun yang dianggap melanggar aturan mereka.
Baca Juga: Sukatani Nilai Polisi Tiba-tiba Berbuat Baik dengan Lakukan Pengawalan Khusus Saat Konser
Oleh karena itu, wisata ke negara ini bukan hanya soal menikmati pemandangan, tetapi juga soal memahami batasan yang berlaku.
Fakta bahwa hanya turis Rusia yang diizinkan masuk ke Pyongyang menandakan semakin eratnya hubungan antara Moskow dan Pyongyang.
Baca Juga: Sukatani Luruskan Isu Simpang Siur Soal Pemecatan Vokalis, Ungkap Ada PHK Sepihak
Keputusan ini bisa dilihat sebagai bentuk kepercayaan yang diberikan Korea Utara kepada Rusia, di tengah ketegangan geopolitik global.
Para analis menilai bahwa jika ibu kota Korea Utara akhirnya dibuka untuk lebih banyak wisatawan asing, itu bisa menjadi sinyal bahwa negara tersebut mulai lebih terbuka terhadap dunia luar.
Baca Juga: Tegas! Sukatani Akhirnya Buka Suara dan Tolak Tawaran Kapolri untuk Jadi Duta Polri
Sementara itu, China—salah satu sekutu utama Korea Utara—belum memberikan izin bagi warganya untuk berkunjung. Padahal, sebelumnya sempat beredar laporan bahwa beberapa operator tur di China telah mulai menerima pendaftaran untuk perjalanan ke Korea Utara.
Namun, ketika ditanya dalam konferensi pers rutin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menolak memberikan komentar terkait aktivitas agen perjalanan tertentu, menambah misteri kapan sebenarnya turis Tiongkok bisa kembali mengunjungi negara tetangganya itu.