Namun, beberapa bukti tetap bertahan:
- Kerangka manusia ditemukan dalam puing-puing laboratorium Harbin.
- Testimoni mantan tentara Jepang yang akhirnya berbicara di usia tua.
- Laporan intelijen Amerika dan Soviet yang bocor setelah perang.
Baca Juga: Meneliti Jejak Hidup Bangsa Persia Kuno di Era Modern Negara Iran
-
Dosa yang Tidak Pernah Diadili
Setelah Jepang menyerah tahun 1945, dunia menuntut pertanggung jawaban. Nazi diadili di Nuremburg, tapi mengapa Ilmuwan Unit 731 tidak satupun dihukum?
Jawabannya sangat mengejutkan, Amerika Serikat diam-diam membuat kesepakatan dengan Shiro Ishii dan timnya.
Sebagai imbalan atas seluruh data eksperimen biologis, pemerintah AS memberi kekebalan hukum penuh. Mereka ingin data itu lebih dulu dari Soviet.
“Lebih baik mereka bekerja untuk kita, daripada untuk Rusia.”
Kutipan dari memo militer AS yang kini dideklasifikasi, Unit 731 dibungkam, tapi tidak dilupakan.
Baca Juga: 7 Hal yang Menunjukkan Bahwa Cyrus Agung Itu Adalah Raja Dzulqarnain
-
Apa yang Terjadi pada Ilmuwannya?
Yang lebih mengejutkan, banyak Mantan Peneliti Unit 731 justru menjadi Dokter, Dosen, bahkan Pejabat Kesehatan di Jepang pascaperang.
Mereka tidak hanya bebas, tapi dihormati. Shiro Ishii sendiri menghilang dari public, diyakini hidup tenang di Jepang sampai akhir hayat.
Sebagian percaya bahwa pengetahuan mereka ikut digunakan oleh:
- Proyek senjata biologis AS di perang Korea dan Vietnam.
- Riset “Mind Control” CIA (Proyek MKUltra).
- Laboratorium medis di negara-negara Asia lain.
Baca Juga: Jepang Larang Nama 'Kirakira' Asal-asalan, Orang Tua Diminta Ikut Aturan Bacaan Kanji
-
Lab Iblis yang Masih Meninggalkan Bayangan
Sisa bangunan Unit 731 masih ada di Harbin, kini dijadikan museum peringatan. Tapi banyak ruang bawah tanah dan fasilitas tertutup belum ditemukan.
Penduduk setempat mengaku masih menemukan tulang manusia di daerah sekitar.
Yang lebih menyeramkan, beberapa teori menyebut bahwa penelitian Unit 731 belum benar-benar berhenti, hanya pindah bentuk, tempat, dan bendera.