Karomah Kyai Kholil Bangkalan Madura, Membuat Santri-nya Salah Baca Do’a Tapi Tetap Manjur

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Jumat, 28 Juni 2024 | 15:54 WIB
Kyai Muhammad Kholill Bangkalan, Madura (dok:istimewa)
Kyai Muhammad Kholill Bangkalan, Madura (dok:istimewa)

Beberapa saat, sebelum mengadakan perlawanan santri khodam Mbah Kholil Bangkalan itu komat-kamit, sambil membaca mantra doa akeket yang sudah dihafalnya sambil menyingsingkan lengan bajunya.

"Maju kamu !," tantang ketua pengurus sambil mengenakan kopiahnya. "Oh jelas !," kata santri khodam Mbah Kholil Bangkalan dengan posisi siap tempur.

Dari awal, santri khodam terus mendesak mundur ketua pengurus.
Sorak-sorai pun bergemuruh. Ketua pengurus pun kaget dan terheran-heran dengan kekuatan serangan santri khodam yang sejak dulu dia remehkan.

Akhirnya, ketua pengurus pondok menyerah, ia mengaku kalah. Padahal dia dikenal memiliki banyak ragam ilmu beladiri.

Kejadian itu membuat santri khodam Mbah Kholil Bangkalan menjadi terkenal.

Pada hari-hari berikutnya, banyak santri yang menjajal kekuatan santri khodam wali Mbah Kholil Bangkalan itu.

Baca Juga: Karomah Makam Keramat Tajug, Kisah Putra Sultan Ageng Tirtayasa Berjuang Melawan Penjajah

Namun setiap berkelahi, santri Khodam selalu saja menang. Ketenaran santri khodam akhirnya terdengar oleh Mbah Kholil Bangkalan.

Mungkin karena penasaran, Mbah Kholil Bangkalan pun memanggil santri khodam tersebut. "Santri khodam! sini kamu!," panggil Mbah Kholil Bangkalan.

"Baik Kiai," jawab santri khodam dengan takzim dan bergegas menghampiri Mbah Kholil Bangkalan. "Saya dengar kamu itu selalu menang kalau berkelahi?," selidik Mbah Kholil Bangkalan penasaran.

"Barokahnya kitab Kiai," jawab santri khodam rendah. "Maksudnya? Mengapa begitu? tanya Mbah Kholil Bangkalan.

Baca Juga: Keramat Sumur Tujuh Uwung Girang Di Kelurahan Uwung Jaya Kota Tangerang, Bukan Keramat Sembarangan

"Saya mendapatkan doa berkelahi atau akeket ini dari kitab Kiai," terang santri khodam tersebut.

"Coba saya mau lihat," kata Mbah Kholil Bangkalan semakin ingin tahu.

"Ini Kiai," jawab santri khodam sambil menunjukkan halaman kitab refrensinya.

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X