INSIBERNEWS - PT BYD Motor Indonesia kembali menunjukkan taringnya di industri kendaraan listrik nasional. Produsen otomotif asal China ini mengklaim telah menguasai sekitar 54 persen pangsa pasar mobil listrik di Indonesia, sebuah capaian yang mempertegas posisi BYD sebagai pemain dominan di segmen electric vehicle (EV).
Capaian tersebut menjadi modal kuat bagi BYD untuk menatap tahun-tahun mendatang dengan penuh keyakinan.
Perusahaan optimistis dominasinya tidak hanya bertahan hingga akhir tahun, tetapi juga berlanjut setidaknya sampai 2026, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Baca Juga: Insentif Impor Mobil Listrik CBU Berakhir 2025, Pemerintah Dorong Produksi Lokal Mulai 2026
Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menilai kepercayaan konsumen menjadi faktor kunci di balik performa positif tersebut. Menurutnya, masyarakat Indonesia cenderung lebih yakin membeli produk yang sudah banyak terlihat dan digunakan di jalan raya.
"Sepengalaman kami, konsumen Indonesia akan lebih percaya ketika melihat produk itu sudah ramai digunakan. Semakin sering terlihat di jalan, ketertarikan untuk ikut memiliki juga makin besar," ujar Luther saat ditemui di sela pembukaan Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga: BYD Gandeng Mobil Luncurkan Oli Mesin Khusus PHEV, Dirancang untuk Tantangan Hybrid DM-i
Fenomena tersebut diyakini akan terus mendorong pertumbuhan penjualan BYD di Tanah Air. Kehadiran berbagai model BYD yang semakin familiar di jalanan kota besar dinilai memperkuat persepsi positif terhadap kualitas dan keandalan produk.
Dengan pangsa pasar yang signifikan, BYD menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Mulai dari efisiensi energi, jarak tempuh, hingga fitur keselamatan dan kenyamanan menjadi fokus pengembangan produk.
Tak hanya soal produk, BYD juga memperluas ekosistem pendukung kendaraan listrik, termasuk layanan purna jual dan jaringan pendukung yang lebih merata. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi merek di tengah persaingan yang kian ketat.
Baca Juga: BYD Tampil Percaya Diri di GJAW 2025, Proyek Pabrik Subang Masuk Tahap Akhir
Di sisi lain, pertumbuhan pasar EV nasional turut dipengaruhi oleh dukungan pemerintah melalui berbagai insentif dan pembangunan infrastruktur. Kondisi ini menciptakan iklim yang semakin kondusif bagi produsen kendaraan listrik untuk berkembang.
Luther menambahkan, BYD akan terus beradaptasi dengan dinamika pasar Indonesia yang unik. Strategi pemasaran dan pendekatan produk akan disesuaikan agar tetap relevan dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat.
Dengan kombinasi produk kompetitif, kepercayaan konsumen, serta dukungan ekosistem, BYD yakin dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar mobil listrik di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.***