INSIBERNEWS - Membeli mobil bekas dari leasing memang menggoda karena harganya biasanya lebih miring dibanding pasaran. Banyak orang menganggap ini sebagai jalan pintas untuk mendapatkan kendaraan dengan budget lebih terjangkau. Tapi di balik harga yang menggiurkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak berakhir rugi atau repot di kemudian hari.
Pertama, pahami dulu status mobil tersebut. Unit eks-leasing biasanya berasal dari kendaraan yang ditarik karena kredit macet atau telah selesai masa sewa.
Kondisi seperti ini membuat riwayat perawatan mobil bisa tidak lengkap atau kurang terurus. Sebelum memutuskan membeli, pastikan leasing memberi akses untuk mengecek dokumen dan kronologi mobil secara detail.
Baca Juga: Mitsubishi Akui Pasar Lesu, Target Penjualan Nasional 850 Ribu Unit Dinilai Terlalu Muluk
Selanjutnya, lakukan pengecekan fisik secara menyeluruh. Minta waktu untuk memeriksa kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, hingga bagian bodi. Jangan segan membawa mekanik pribadi agar pemeriksaan lebih objektif. Mobil bekas leasing terkadang punya jam terbang tinggi, sehingga potensi kerusakan bisa lebih besar jika tidak dicek dengan teliti.
Selain itu, pastikan dokumen kendaraan benar-benar aman. Periksa keaslian BPKB dan STNK, kesesuaian nomor rangka dan mesin, serta pastikan tidak ada blokir pajak. Jika terdapat tanda-tanda manipulasi atau dokumen tak lengkap, sebaiknya cari unit lain karena risiko hukumnya besar.
Baca Juga: Veloz Hybrid Resmi Meluncur, Toyota Mulai Babak Baru Elektrifikasi MPV Keluarga di Indonesia
Jangan lupa cek status keuangan kendaraan. Tanyakan langsung apakah mobil tersebut benar-benar sudah lunas dari kredit sebelumnya. Beberapa kasus menunjukkan pembeli mobil eks-leasing harus menghadapi masalah karena status kredit lama masih aktif atau tersangkut sengketa.
Kemudian, lakukan test drive. Ini penting untuk merasakan kenyamanan berkendara, mendengar suara-suara aneh dari mesin, dan memastikan semua fitur berjalan dengan baik. Leasing biasanya memperbolehkan test drive singkat, jadi manfaatkan kesempatan itu semaksimal mungkin.
Baca Juga: Changan Resmi Mendarat di Indonesia, Bawa Dua Mobil Listrik dan Misi Baru untuk Pasar Nusantara
Terakhir, bandingkan harga dengan pasaran. Harga mobil eks-leasing memang lebih murah, tetapi selisih yang terlalu jauh justru patut dicurigai. Lakukan riset harga di pasaran agar Anda tahu apakah penawaran tersebut masuk akal atau ada sesuatu yang disembunyikan.
Jika semua hal di atas sudah dicek dan hasilnya memuaskan, membeli mobil bekas dari leasing bisa jadi pilihan menarik. Namun kuncinya tetap sama: jangan terburu-buru dan pastikan semua aspek aman agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.***