INSIBERNEWS - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menegaskan belum ada rencana untuk merevisi target penjualan sepeda motor tahun ini. Meski pasar sempat mengalami penurunan tipis di paruh pertama 2025, asosiasi yakin penjualan nasional tetap bisa menembus angka 6,4 hingga 6,7 juta unit hingga akhir tahun.
Ketua Umum AISI, Johannes Loman, mengatakan optimisme tersebut didasarkan pada tren pasar yang cenderung menguat menjelang kuartal terakhir. Apalagi, permintaan biasanya melonjak saat musim liburan dan akhir tahun.
“Kami masih yakin target ini realistis, karena kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan roda dua masih sangat besar,” ujarnya.
Baca Juga: Owen Cooper Raih Emmy 2025, Jadi Aktor Termuda yang Sabet Penghargaan Bergengsi
Data AISI mencatat, penjualan motor domestik periode Januari hingga Agustus 2025 mencapai 4,26 juta unit. Angka ini memang turun tipis, sekitar 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang berhasil menyentuh 4,34 juta unit. Namun, asosiasi menilai penurunan tersebut tidak signifikan dan masih dalam batas wajar.
Johannes menambahkan, daya beli masyarakat memang sempat tertekan akibat beberapa faktor, seperti inflasi serta kenaikan biaya hidup di kota-kota besar.
Meski begitu, motor tetap menjadi moda transportasi andalan, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang membutuhkan kendaraan terjangkau dan efisien.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina Usai Deklarasi New York di PBB
Selain itu, sejumlah produsen juga terus memperbarui lini produknya dengan varian yang lebih hemat bahan bakar, ramah lingkungan, hingga model listrik. Kehadiran motor listrik, meski belum dominan, diyakini ikut menjaga dinamika pasar.
“Inovasi produk ini membantu menahan penurunan penjualan di tengah kondisi ekonomi yang menantang,” kata Johannes.
Dari sisi distribusi, AISI juga melihat momentum pameran otomotif dan promosi besar-besaran di akhir tahun akan mendorong penjualan semakin agresif. Dealer dan produsen biasanya menawarkan paket kredit ringan serta diskon, yang terbukti menjadi strategi ampuh menarik pembeli.
Baca Juga: Banjir di Nagekeo Sebabkan Kerugian Rp90 Miliar, Tiga Warga Masih Hilang
Meski optimis, AISI tetap mencermati beberapa tantangan, terutama ketersediaan komponen dan bahan baku global yang masih fluktuatif. Faktor eksternal seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar juga bisa berpengaruh terhadap biaya produksi dan harga jual. Namun, asosiasi menilai hal itu masih bisa dikelola dengan strategi masing-masing pabrikan.
Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Turun Jadi 432,5 Miliar Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya