INSIBERNEWS - Sebuah kelompok investor asal Jepang tengah berupaya mengajak produsen mobil listrik ternama, Tesla, untuk berinvestasi di Nissan.
Langkah ini bertujuan untuk menjadikan Tesla sebagai mitra strategis yang dapat membantu Nissan memperkuat posisinya di industri otomotif global.
Baca Juga: BYD Klaim Teknologi Mobil Listriknya Lebih Maju 5 Tahun Dibanding Pesaing
Dilansir dari The Financial Times pada Jumat (21/2/2025), kelompok investor tersebut dipimpin oleh mantan anggota dewan Tesla, Hiromichi Mizuno, serta didukung oleh mantan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga.
Mereka meyakini bahwa kolaborasi antara Tesla dan Nissan bisa menjadi peluang besar bagi kedua perusahaan, terutama dalam pengembangan kendaraan listrik dan ekspansi pasar.
Baca Juga: Wuling New Cloud EV Meluncur di IIMS 2025, Harganya RP300 Jutaan
Upaya ini muncul setelah Nissan memutuskan untuk menghentikan negosiasi merger dengan Honda. Dengan adanya peluang kerja sama dengan Tesla, Nissan diharapkan tetap memiliki daya saing kuat di pasar otomotif global yang semakin didominasi oleh mobil listrik dan teknologi canggih.
Salah satu harapan terbesar kelompok investor ini adalah Tesla tertarik untuk mengambil alih atau mengakuisisi pabrik Nissan di Amerika Serikat.
Baca Juga: Denza Hadir di IIMS 2025, Pamerkan D9 dan Z9 GT dengan Teknologi Canggih
Hal ini dinilai dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, di mana Nissan bisa mendapatkan dukungan dari pemimpin industri mobil listrik, sementara Tesla bisa memperluas kapasitas produksinya dengan infrastruktur yang sudah ada.
Baca Juga: BYD Akan Hadirkan Mobil Hybrid ke Indonesia, Tunggu Waktu yang Tepat!
Meski belum ada tanggapan resmi dari Tesla maupun Nissan, wacana ini cukup menarik perhatian industri otomotif.
Jika kerja sama ini benar-benar terwujud, bukan tidak mungkin akan lahir inovasi besar yang mengubah peta persaingan kendaraan listrik di dunia.