• Minggu, 18 Oktober 2026

3 Risiko yang Mengintai Jika Nekat Gunakan Oli MotoGP di Motor Biasa

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:08 WIB
Oli motor balap MotoGP apakah bisa dipakai untuk motor harian, simak penjelasanya berikut ini  (foto vr46racingteam)
Oli motor balap MotoGP apakah bisa dipakai untuk motor harian, simak penjelasanya berikut ini (foto vr46racingteam)

INSIBERNEWS - Terkadang muncul pertanyaan apakah oli motor balap (racing) dapat digunakan oleh motor harian atau motor biasa?

Godaan untuk menggunakan oli jenis ini biasanya datang dari klaim performa tingginya yang diklaim mampu membuat tarikan gas terasa jauh lebih responsif. 

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk membelinya, penting untuk memahami karakteristik dasar dari pelumas khusus trek balap ini.

Baca Juga: Polisi Bongkar Makam Bayi 8 Bulan di Labura, Jenazah Diautopsi Usai Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Secara teknis, oli motor balap memang bisa dimasukkan ke dalam mesin motor biasa karena ukuran drat dan kapasitas penampungnya umumnya sama. 

Kendati demikian, produsen pelumas terkemuka seperti Shell dan Castrol tidak pernah merancang oli balap untuk kebutuhan komuter sehari-hari yang penuh dengan kemacetan.

"oli balap diformulasikan secara khusus untuk mengejar tenaga maksimal pada putaran mesin tinggi dalam durasi pendek, sehingga komposisinya sangat berbeda dengan oli standar komuter," tulis Castrol dilaman resminya yang dilihat Minggu (18/10/2026).

Baca Juga: Antrean Pencairan Dikebut, Kemendikdasmen Jamin TPG Guru Non-ASN Segera Cair Pekan Ini

Perbedaan SAE dan Karakteristik Oli Balap vs Motor Biasa

Untuk memahami mengapa oli balap tidak cocok untuk harian, kita perlu melihat tingkat kekentalannya atau yang dikenal sebagai SAE (Society of Automotive Engineers). Standar SAE mengukur tingkat kekentalan oli pada suhu dingin dan panas.

Oli Motor Balap (Seperti MotoGP/Sirkuit)

Biasanya memiliki tingkat kekentalan ekstrem seperti 10W-50 atau 10W-60 untuk menjaga lapisan pelindung (oil film) agar tidak pecah di suhu kerja mesin yang sangat tinggi dan putaran RPM konstan. 

Ada juga yang menggunakan viskositas sangat rendah (seperti 0W-30) untuk meminimalisir gesekan sekecil mungkin. Oli balap menggunakan basis sintetis murni (PAO/Ester) tanpa kompromi demi performa, namun minim aditif pembersih jangka panjang.

Baca Juga: Polusi Kepung Ibu Kota, Pemprov DKI Siagakan Ratusan Fasilitas Kesehatan Tangani Pasien ISPA

Oli Motor Biasa (Harian)

Dirancang mengikuti standar pabrikan (OEM) yang stabil untuk berbagai kondisi jalan raya, umumnya menggunakan tingkat kekentalan moderat seperti 10W-30 atau 10W-40. 

Paket aditifnya diformulasikan seimbang memiliki zat pembersih kerak (detergent), pencegah endapan, serta pelindung keausan untuk penggunaan jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X