INSIBERNEWS - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya menerima tawaran melatih skuad Garuda.
Pelatih asal Inggris tersebut menyebut Indonesia sebagai destinasi yang tepat bagi perjalanan kariernya, mengalahkan dua negara lain yang juga mengajukan pinangan, yakni Jamaika dan Honduras.
Dalam jumpa pers perkenalan resminya yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, Herdman menegaskan bahwa keputusannya bukan diambil secara impulsif.
Ia menilai Indonesia memiliki fondasi kuat untuk berkembang, mulai dari visi jangka panjang yang jelas, kualitas pemain yang terus meningkat, hingga dukungan publik yang luar biasa besar terhadap sepak bola nasional.
“Saya melihat Indonesia sebagai negara dengan arah yang jelas. Ada talenta, ada ambisi, dan yang paling penting ada kecintaan luar biasa terhadap sepak bola. Kombinasi itu tidak bisa diabaikan,” ujar Herdman di hadapan awak media.
Baca Juga: Di Balik Kemenangan Persib lawan Persija, Thom Haye Soroti Sisi Gelap Sepak Bola Tanah Air
Pengalaman Herdman bekerja di kawasan CONCACAF turut membentuk pandangannya. Meski memiliki rekam jejak panjang di wilayah tersebut dan memahami betul tawaran dari Jamaika maupun Honduras, ia merasa Indonesia menawarkan tantangan yang lebih menarik, baik dari sisi skala maupun potensi.
“Saya pernah bekerja di CONCACAF, saya tahu bagaimana atmosfer sepak bola di sana. Tapi Indonesia berbeda. Negara dengan populasi sekitar 280 juta penduduk, dan mayoritasnya mencintai sepak bola, adalah lingkungan yang sangat istimewa untuk seorang pelatih,” katanya.
Herdman menandatangani kontrak dengan skema dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya. Tidak hanya bertanggung jawab atas tim nasional senior, ia juga dipercaya menangani Timnas U-23 Indonesia, sebuah peran strategis dalam upaya regenerasi pemain.
Baca Juga: Dikabarkan Tiba Senin Depan, John Herdman Bakal Datang Sendiri Tanpa Asisten Asing, Langkah Serius?
Menurut Herdman, tugas tersebut sejalan dengan pandangannya tentang pentingnya kesinambungan dalam pembinaan. Ia menilai bahwa kesuksesan tim nasional tidak bisa dilepaskan dari kerja terstruktur sejak level usia muda.
Ia menekankan perlunya sinergi kuat antar tim nasional di berbagai kelompok umur, mulai dari U-17, U-20, U-23, hingga tim senior. Dengan sistem yang selaras, pemain muda diyakini bisa beradaptasi lebih cepat ketika naik level dan memperkuat tim utama.
“Sinergi itu kunci. Kalau filosofi permainan dan pembinaan selaras, pemain muda tidak akan kaget saat dipanggil ke tim senior. Mereka sudah siap, baik secara mental maupun taktik,” jelas Herdman.
Artikel Terkait
Konflik Ari Lasso dan Dearly Djoshua Memanas, Tuntut Hapus Foto Bersama di Bali
BRI Perkuat Likuiditas, Terbitkan Surat Berharga Komersial untuk Dukung Pendalaman Pasar Keuangan Nasional
Heboh! Ilustrasi 'Firaun' dari Khamenei untuk Trump, Ketegangan Iran–AS Kembali Memanas
Setop Impor Solar, Pemerintah Pacu Produksi Dalam Negeri Mulai Paruh Kedua 2026
AS Godok RUU Aneksasi Greenland, Denmark dan Dunia Bereaksi Keras
Kasus Kuota Haji Kemenag Bergulir, KPK Periksa Pejabat PBNU
Korut Murka di PBB, AS Dituding Mainkan Isu Sanksi dan Abaikan Etika Global
Proses Registrasi Dibuka! Berikut Info Jadwal dan Syarat Pendaftaran Siswa Jalur SNPMB 2026
KPK Sita Ribuan Dolar Singapura dari Kantor Pajak Jakut, Jejak Dugaan Rekayasa Pajak Terkuak
Iran-AS di Ambang Konflik: Siaga Militer, tapi Masih Buka Peluang Diplomasi