INSIBERNEWS - Setelah melakukan pertemuan dengan Prabowo di Istana Merdeka, pada Selasa, 25 November 2025 lalu. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan permintaan Presiden Prabowo, terkait kesejahteraan untuk para atlet.
Dikatakan Erick bahwa Prabowo ingin kesejahteraan atlet dapat menjadi prioritas.
“Bapak Presiden ingin memastikan kesejahteraan atlet itu menjadi prioritas. Ada tiga hal yang beliau minta saya tindaklanjuti. Satu, mengenai beasiswa atlet LPDP untuk benar-benar nanti dialokasikan seperti apa,” ujar Erick kepada awak media setelah pertemuan tersebut.
Baca Juga: IKN Butuh Kepastian, Status Nusantara Sebagai Ibu Kota Politik Dijadwalkan 2028
“Lalu juga atlet-atlet yang memang berprestasi, bisa juga diberi kesempatan tadi apakah masuk ASN atau TNI/Polri, nanti kita coba kariernya,” imbuhnya.
Erick juga membeberkan rencana pemberian bonus untuk ajang SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Namun, Erick menyebut bahwa pihaknya masih harus berkonsultasi lebih dulu dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk jumlah pastinya
“Angkanya belum boleh karena saya mesti konsultasi dengan Kemenkeu, karena ini kan kita mesti bikin rencana besar anggaran negara,” imbuhnya.
Baca Juga: OpenAI Prediksi 220 Juta Pengguna Akan Langganan ChatGPT, Sinyal Bisnis AI Makin Menggeliat
Erick juga menyinggung tentang pengorbanan para atlet yang berjuang demi negara.
Oleh karena itu, diperlukan kepastian karier yang akan mencukupi kebutuhan hidup para atlet tersebut.
Program LPDP yang sudah direncanakan oleh pemerintah di bidang olahraga juga masih dalam tahap pembahasan.
Realisasi Dana Pensiun Atlet Masih Butuh Waktu
Mengenai dana pensiun untuk para atlet, Erick mengakui bahwa hal tersebut masih belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat.
Baca Juga: WhatsApp Setop Dukung Copilot, Microsoft Minta Pengguna Pindah ke Aplikasi Resmi
Namun, ia memastikan akan menyelesaikan program pensiun untuk para atlet dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan.
Artikel Terkait
Mensos Apresiasi Lonjakan Warga yang Jujur Menolak Bansos karena Sudah Mampu
KPK Lelang Rumah Setya Novanto di Kupang, Dibuka dengan Harga Limit Rp2,18 Miliar
Gus Yahya Dicopot dari Jabatan Ketua Umum PBNU, Rais Aam Ambil Alih Kepemimpinan Sementara
Lengser dari Kursi Ketum PBNU, Berikut Sejumlah Pertimbangan Pemecatan Gus Yahya
Mitsubishi Akui Pasar Lesu, Target Penjualan Nasional 850 Ribu Unit Dinilai Terlalu Muluk
OpenAI Prediksi 220 Juta Pengguna Akan Langganan ChatGPT, Sinyal Bisnis AI Makin Menggeliat