AFC Desak Malaysia Tuntaskan Kasus Pemain Naturalisasi Sebelum Pengundian Piala Asia 2027

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 19:10 WIB
Logo FIFA di Zurich Swiss.  (Foto : Getty Images)
Logo FIFA di Zurich Swiss. (Foto : Getty Images)

INSIBERNEWS – Federasi Sepakbola Asia (AFC) menekan Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) untuk segera menyelesaikan kasus pemain naturalisasi tim nasional Malaysia sebelum 31 Maret 2026.

Permintaan itu disampaikan agar tidak mengganggu proses pengundian Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.

Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, menegaskan bahwa pihaknya memerlukan kepastian hukum terkait status para pemain sebelum kompetisi dimulai. Menurutnya, kejelasan ini penting agar tidak menimbulkan polemik baru di tengah persiapan turnamen bergengsi tingkat Asia tersebut.

Baca Juga: Prabowo Nilai KTT APEC 2025 Beri Angin Segar bagi Dunia, Serukan Ketenangan untuk Pulihkan Ekonomi Global

“Kami butuh keputusan final sebelum pengundian berlangsung. Semua federasi peserta harus memastikan tidak ada masalah administratif atau hukum yang belum terselesaikan,” ujar Windsor Paul, Jumat (31/10).

Permintaan AFC muncul di tengah proses banding yang diajukan FAM kepada FIFA atas sanksi berat yang dijatuhkan beberapa waktu lalu.

FIFA sebelumnya menilai FAM telah melakukan pelanggaran administratif serius dengan menggunakan tujuh pemain naturalisasi yang diduga memiliki dokumen tidak sah.

Baca Juga: Onadio Leonardo dan Istri Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Diamankan Bersama Barang Bukti Ganja dan Ekstasi

Ketujuh pemain tersebut adalah Hector Hevel, Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, dan Jon Irazabal Iraurgui. Mereka dinilai melanggar aturan keabsahan kewarganegaraan untuk tampil di ajang internasional bersama timnas Malaysia.

Sebagai konsekuensinya, FIFA menjatuhkan larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan kepada ketujuh pemain tersebut.

Sementara FAM juga dikenai denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp7,3 miliar. Hukuman ini menjadi salah satu sanksi terberat yang pernah diterima asosiasi sepak bola Asia Tenggara.

Baca Juga: Prabowo Ajak Selandia Baru Bantu Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Calon Pekerja Migran Indonesia

Meski demikian, FAM menolak tuduhan manipulasi dokumen tersebut dan telah secara resmi mengajukan banding ke FIFA. Mereka bersikeras bahwa proses naturalisasi telah dilakukan sesuai prosedur dan melibatkan lembaga berwenang di Malaysia.

“FAM berkomitmen untuk bekerja sama penuh dengan FIFA dan AFC demi menyelesaikan masalah ini secepatnya. Kami juga ingin melindungi reputasi sepak bola Malaysia,” ujar salah satu pejabat FAM dalam keterangan resminya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X