"Kedua, Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen akan berusaha merekrut pemain lokal (Belanda) ke tim U-23 dan U-20. Terakhir, menarik lebih banyak pemain kompetitif di negara dengan 280 juta penduduk dalam jangka panjang,” imbuh Pastoor.
Meski begitu, proyek itu kandas lebih cepat setelah kegagalan di babak kualifikasi. PSSI memilih mengakhiri kontrak seluruh tim pelatih asal Belanda, mengikuti desakan publik yang menuntut pembaruan strategi dan arah pembinaan.
Baca Juga: BLACKPINK Mulai Syuting Video Musik Baru, Comeback Akhir Tahun Semakin Dekat
Pastoor: Sudah Mati-matian tapi Ternyata Belum Cukup
Tentang pemecatannya, Pastoor menegaskan dirinya dan tim sudah bekerja keras untuk membawa Garuda sejauh mungkin.
“Baik di lapangan maupun di staf kepelatihan, kami berusaha menjelaskan kepada para pemain apa yang diharapkan dari mereka," terang Pastoor.
"Saya rasa kami telah melakukan itu mati-matian, tapi ternyata itu tidak cukup. Terlebih untuk mengalahkan negara-negara sekaliber (Irak-Saudi) ini,” sambungnya.
Baca Juga: WASPADA! Ribuan Akun TikTok Berkedok KUR BRI Menipu Rakyat yang Butuh Modal
Kendati demikian, Pastoor menyebut perbedaan pengalaman dan kualitas menjadi faktor besar yang membuat skuad Garuda kesulitan bersaing di level tertinggi Asia.
Meski kebersamaan dengan Kluivert hanya sembilan bulan, Pastoor tetap memandang masa depan sepak bola Indonesia dengan optimis.
“Ada begitu banyak antusiasme di sana tentang sepak bola dan pada awalnya tentang kehadiran kami juga,” sebutnya.***
Artikel Terkait
Clara Shinta Baru Dua Bulan Menikah Dengan Alexander Assad, Ungkap Rumah Tangganya Alami Keretakkan
Buat Janji Pisah Harta Sebelum Nikah, Sandra Dewi Keberatan Kejagung Sita Tas Mewah hingga Deposito Rp33 M di Kasus Korupsi Harvey Moeis
Kejari Cilegon Sita Harta Koruptor Bapelkes KS Senilai Rp 3,7 Miliar dari Lelang 33 Bidang Tanah.
Tegang di Kabinet Merah Putih: Purbaya dan Luhut Saling Jauhi, Benarkah Ada Retak?
AIR MATA ISTRI 'KANG MUS' EPY KUSNANDAR: Dikira Dipalak, Polisi Ungkap Cekcok di Warung Jukut Goreng Hanya Gara-gara Juru Parkir 'Teler' Minta Makan !
Geger! Tuduhan Skandal Lee Yi Kyung Ternyata Hanya Rekayasa AI, Pelaku Akui Semua Hanyalah Prank