INSIBERNEWS - Kepala Eksekutif OpenAI, Sam Altman, menegaskan bahwa perusahaan kecerdasan buatan tersebut tidak akan dijual meskipun mendapat tawaran pengambilalihan senilai USD 97,4 miliar (sekitar Rp1.564 triliun) dari konsorsium investor yang dipimpin oleh Elon Musk.
Dalam sebuah wawancara di Paris, Altman menyatakan bahwa OpenAI tetap berkomitmen pada misinya untuk menciptakan kecerdasan umum buatan (AGI) yang dapat membawa manfaat besar bagi umat manusia.
Baca Juga: Menaker Yassierli Janji Temui Driver Ojol yang Gelar Aksi Demo di Kemnaker
Altman, yang juga merupakan salah satu pendiri OpenAI bersama Musk, menegaskan bahwa meskipun ada tawaran yang signifikan, OpenAI tidak akan menjual diri mereka.
"Kami adalah organisasi yang tidak biasa. Misi kami adalah mengembangkan AGI untuk kebaikan umat manusia, dan kami berkomitmen untuk mencapainya," ujar Altman di I Action Summit di Paris.
Baca Juga: Hasto Minta Pemeriksaannya Ditunda, Kembali Ajukan Praperadilan
Altman menjelaskan bahwa AGI merujuk pada sistem kecerdasan buatan yang sangat kuat dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan penting.
Tawaran pengambilalihan tersebut diajukan oleh pengacara Musk, Marc Toberoff, yang mengonfirmasi pada hari Senin bahwa mereka telah mengajukan tawaran untuk membeli semua aset OpenAI kepada dewan perusahaan.
Baca Juga: Soal Kedatangan Cristiano Ronaldo di Kupang Besok, Pj Gubernur NTT Akan Sambut Langsung!
Tawaran ini mencuat setelah perselisihan internal antara Altman dan Musk, yang sebelumnya merupakan rekan pendiri OpenAI namun kini telah berpisah jalan.
Meskipun tawaran tersebut terbilang sangat besar, Altman tidak menunjukkan ketertarikan untuk menerima kesepakatan tersebut. Bahkan, sebagai respons atas tawaran Musk, Altman memposting sebuah sindiran di platform media sosial X dengan mengatakan,
"Tidak, terima kasih, tetapi kami akan membeli Twitter seharga USD 9,74 miliar jika Anda mau."
Baca Juga: Wow! Cristiano Ronaldo Bakal Datang Ke Kupang NTT, Agenda Apa?
Langkah tegas Altman ini menegaskan posisi OpenAI untuk tetap berpegang pada visi dan misinya, meskipun ada godaan tawaran besar yang datang dari pihak luar.