news

Netanyahu Blokir Bantuan Rumah Mobil dan Alat Berat ke Gaza, Proses Pemulihan Tertunda

Minggu, 16 Februari 2025 | 20:43 WIB
Benjamin Netanyahu - Perdana Menteri Israel (Foto : Abir Sultan/AFP via getty images)

INSIBERNEWS - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan menolak memberikan izin masuk bagi bantuan berupa rumah mobil dan alat berat ke Jalur Gaza, meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung.

Keputusan ini menambah panjang daftar hambatan bagi upaya pemulihan di wilayah yang hancur akibat serangan militer Israel.

Baca Juga: Kabar Duka! Aktris Korea Kim Sae-ron Meninggal Dunia, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Menurut laporan media penyiaran publik KAN, Netanyahu secara langsung menolak masuknya alat berat yang dibutuhkan untuk membersihkan puing-puing bangunan di Gaza.

Padahal, ribuan warga Palestina di wilayah tersebut kehilangan tempat tinggal akibat agresi yang terus berlangsung selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Aturan Baru Bagi Korban PHK Kini Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan? Ini Faktanya

Bantuan berupa tenda dan karavan yang sebelumnya dijanjikan juga ditolak masuk, memicu kecaman dari berbagai pihak yang menilai Israel mengabaikan aspek kemanusiaan dalam gencatan senjata ini.

Sebelumnya, kelompok perlawanan Palestina, Hamas, telah membebaskan tiga sandera Israel sebagai bagian dari kesepakatan yang dijamin oleh para mediator internasional.

Baca Juga: Dampak Efisiensi pada Pendidikan SMK dan Vokasi buat Pelatihan dan Sertifikasi Terancam Hilang, DPR: Mereka Perlu Pelatihan!

Dalam perjanjian tersebut, seharusnya Israel mengizinkan masuknya bantuan berupa rumah mobil dan alat berat untuk membantu korban yang terdampak.

Namun, keputusan Netanyahu untuk menolak bantuan tersebut membuat situasi semakin sulit bagi warga Gaza yang kini hidup di tengah reruntuhan tanpa tempat tinggal yang layak.

Baca Juga: Waduh! Indonesia Masuk 4 Besar Negara dengan Kasus Pornografi Anak Tertinggi di dunia

Selama tahap pertama gencatan senjata, total 19 warga Israel dan lima pekerja asal Thailand telah dibebaskan oleh Hamas, sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran dengan Israel. Sebagai gantinya, Israel juga melepaskan 1.135 warga Palestina yang sebelumnya ditahan.

Namun, sikap Israel yang terus menghambat bantuan kemanusiaan menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen mereka terhadap kesepakatan ini.

Halaman:

Tags

Terkini