news

Waduh! Harga MinyaKita Masih Mahal di Timur Indonesia, Ini Penyebabnya!

Jumat, 14 Februari 2025 | 16:10 WIB
Ilustrasi MinyaKita (Foto : Sudaryonk.id)

INSIBERNEWS - Meskipun harga MinyaKita secara nasional mulai menunjukkan penurunan, masyarakat di kawasan Timur Indonesia masih harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan minyak goreng bersubsidi tersebut.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa perbedaan harga ini bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan, melainkan karena minimnya distributor di wilayah tersebut.

Baca Juga: Di Tengah Maraknya ‘Kabur Aja Dulu’, Anies Ingatkan Makna Nasionalisme

"Secara nasional, harga MinyaKita memang sudah mengalami penurunan. Jika sebelumnya berada di angka Rp17.800 per liter, sekarang sudah turun menjadi Rp17.300. Tapi di beberapa daerah tertentu, terutama di wilayah timur, harga masih bertahan di Rp19.000 per liter," ujar Budi saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (13/2/2025).

Baca Juga: Pemerintah Pangkas Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kesehatan, Sementara Retreat Kepala Daerah Tetap Digelar: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Menurut Budi, kondisi ini berbeda dengan daerah lain seperti Aceh, Banten, dan Lampung, yang saat ini sudah mengalami penurunan harga secara signifikan.

Ia menjelaskan bahwa penyebab utama harga MinyaKita di kawasan Timur Indonesia masih tinggi adalah terbatasnya jumlah distributor di sana.

"Kalau distribusinya sedikit, otomatis harga akan lebih mahal. Itu yang terjadi di banyak daerah timur," jelasnya.

Baca Juga: Bobby Nasution Menantu Jokowi dan Gubernur Jateng Terpilih Ahmad Luthfi Resmi Gabung ke Partai Gerindra: Ada yang Menarik Dibalik Keputusan Ini!

Meski demikian, Budi memastikan bahwa tidak ada kelangkaan MinyaKita di pasar. Pasokan minyak goreng subsidi ini masih aman, hanya saja rantai distribusi yang kurang optimal menyebabkan harga menjadi lebih tinggi di beberapa daerah tertentu.

Pemerintah pun disebutnya terus mencari solusi agar harga MinyaKita bisa lebih merata di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Banjir Kritik usai Dilantik, Deddy Corbuzier Menolak Terima Gaji Sebagai Stafsus

Kondisi ini menyoroti pentingnya perbaikan sistem distribusi barang, terutama untuk kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Pemerintah diharapkan bisa segera mencari jalan keluar agar kesenjangan harga antara wilayah barat dan timur Indonesia bisa ditekan, sehingga masyarakat di seluruh daerah bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau.

Tags

Terkini