news

6 Hari Berlalu! Jurnalis Metro TV Akhirnya Ditemukan Tewas Usai Ledakan Speedboat Basarnas di Malut

Sabtu, 8 Februari 2025 | 13:47 WIB
Speedboat Basarnas Meledak di Perairan Malut (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Setelah hampir sepekan pencarian, jurnalis Metro TV Sahril Helmi akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Desa Sabatang, Kabupaten Halmahera Selatan, Sabtu (8/2).

Sahril menjadi salah satu korban dalam insiden ledakan speedboat milik Basarnas Ternate yang terjadi di Perairan Gita, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Baca Juga: Bahlil Yakin Menteri dari Golkar Aman di Kabinet, Tak Khawatir Isu Reshuffle

Jenazah Sahril pertama kali ditemukan oleh warga setempat, yang kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada tim jurnalis di Halmahera Selatan yang telah melakukan pencarian intensif selama enam hari terakhir. Saat ditemukan, Sahril mengenakan kaos hitam bertuliskan

"Wapena Maluku Utara", yang merupakan akronim dari Wartawan Peduli Bencana, komunitas wartawan bentukan BNPB.

Baca Juga: Mikrofon Mati di Rakernas Golkar, Bahlil: Jangan-jangan Ada Yang Belum Kebagian Gas!

Pihak kepolisian pun segera bergerak ke lokasi untuk memastikan identitas jenazah.

"Kami menerima laporan dari anggota Marnit Airud Bacan, dan saat ini sedang menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban," ujar Dirpolairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Azhari Djuanda, Sabtu (8/2).

Baca Juga: MUI Tegaskan Haram bagi Orang Kaya Gunakan Elpiji 3 Kg & Pertalite Bersubsidi

Tragedi ini bermula dari ledakan yang terjadi pada Minggu (2/2) malam sekitar pukul 23.00 WIT. Speedboat RIB 04 yang digunakan oleh tim Basarnas tiba-tiba meledak saat berada di perairan Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.

Ledakan tersebut mengakibatkan empat korban meninggal dunia, yakni Bharatu Mardi Hadji dari Ditpolairud Polda Malut, Fadli M Malagapi selaku PNS SAR Kota Ternate, honorer SAR Kota Ternate M Riski Esa, serta Sahril Helmi dari Metro TV.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lampung, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Kehilangan Sahril menjadi duka mendalam bagi dunia jurnalistik, khususnya di Maluku Utara. Rekan-rekan seprofesinya mengenang Sahril sebagai wartawan yang berdedikasi tinggi dalam meliput berbagai peristiwa, termasuk kejadian bencana.

Insiden ini pun menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para jurnalis dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Tags

Terkini