news

Sejalan dengan Inisiatif BRI, Sosok Peraih Nobel Ekonomi Paul Romer sebut UMKM Butuh Ekosistem Kuat di BRI Microfinance Outlook 2025

Minggu, 2 Februari 2025 | 15:01 WIB
Sosok Peraih Nobel Ekonomi Paul Romer di BRI Microfinance Outlook 2025 (Dok. BRI )

INSIBERNEWS, Jakarta – Hadir dalam gelaran BRI Microfinance Outlook 2025 yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD, peraih Nobel Ekonomi Paul Romer menyoroti tantangan yang dihadapi UMKM dalam meningkatkan skala dan integrasi dengan ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya keberhasilan UMKM sangat dipengaruhi oleh bagaimana UMKM dapat tumbuh dalam ekosistem yang memungkinkan skala usaha meningkat dan integrasi dengan sektor ekonomi lainnya terjadi secara efektif.

Romer mengungkap tantangan utama dalam kebijakan terkait UMKM adalah kecenderungan untuk terlalu berfokus pada bantuan keuangan tanpa mempertimbangkan skala usaha dan integrasi ekonomi.

Baca Juga: DeepSeek Jadi Sorotan, Dikhawatirkan Sebabkan Kebocoran Data ke Pemerintah China

“Jika ingin serius membantu banyak usaha kecil berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar di Indonesia, maka yang terbaik yang bisa dilakukan adalah menciptakan tempat-tempat di mana usaha kecil ini dapat berkembang dan berhasil,” ujarnya.

Kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem UMKM melalui berbagai inisiatif strategis, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki inisiatif strategis dalam membangun ekosistem ekonomi desa melalui program unggulan Desa BRILiaN.

Program ini berfungsi sebagai inkubasi yang berfokus pada pengembangan desa melalui empat pilar utama: penguatan BUMDes, digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan.

Baca Juga: Google Bikin Heboh Usai Salah Tampilkan Kurs Dollar ke Rupiah Jadi Rp8,170, Apa Dampaknya?

Hingga akhir tahun 2024, BRI telah membina 4.327 desa BRILiaN di seluruh Indonesia, meningkat signifikan dibandingkan 3.178 desa pada tahun sebelumnya.

Desa BRILiaN merupakan wujud komitmen BRI sebagai agent of development yang terus mendukung upaya pemberdayaan desa di seluruh Indonesia.

Program menjadi salah satu bagian dari integrasi aktivitas pemberdayaan seperti hyperlocal ecosystem yang akan membentuk suatu ekosistem konsolidasi mikro.

Baca Juga: 6 Desain Teras Rumah dengan Sentuhan Hijau, Kekinian Banget! Tampil Lebih Segar dan Stylish

Dalam program ini, dilakukan pula penguatan ekosistem ekonomi desa yang didukung dengan program penguatan kelompok-kelompok (Klaster) usaha mikro melalui Klasterkuhidupku.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro melalui pelatihan usaha serta pemberian bantuan sarana dan prasarana yang diberikan secara selektif.

Halaman:

Tags

Terkini