news

Trump Ancam Negara BRICS dengan Tarif 100 Persen jika Ciptakan Mata Uang Baru

Jumat, 31 Januari 2025 | 12:30 WIB
telah terkonfirmasi bahwa Indonesia bergabung dalam BRICS (Instagram @ngomonginuang)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan tegas terkait rencana negara-negara BRICS yang berupaya menciptakan mata uang baru untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan tinggal diam menghadapi upaya tersebut dan siap memberlakukan tarif 100 persen terhadap negara yang mendukung mata uang alternatif selain dolar.

Baca Juga: Tottenham Pesta Gol ke Gawang Elfsborg, Lolos ke 16 Besar Liga Europa

Menurut Trump, dominasi dolar AS dalam perdagangan global tidak bisa diganggu gugat. Ia memperingatkan bahwa negara-negara BRICS yang mencoba menggantikan dolar akan kehilangan akses ke pasar ekonomi AS yang ia sebut sebagai "luar biasa".

"Era di mana AS hanya diam dan menonton negara lain berusaha melemahkan dolar sudah berakhir," tulisnya.

Trump juga menegaskan bahwa tidak ada peluang bagi BRICS untuk menggantikan peran dolar di kancah perdagangan internasional.

Baca Juga: Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Dolar Melemah Usai Data Ekonomi AS Mengecewakan

Ancaman ini muncul setelah laporan menyebutkan bahwa negara-negara BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, telah mempertimbangkan opsi penggunaan mata uang nasional masing-masing dalam transaksi perdagangan.

Bahkan, ada wacana untuk menciptakan mata uang bersama yang bisa menjadi alternatif dolar AS. Meski hingga saat ini belum ada keputusan final, wacana tersebut telah memicu reaksi keras dari Washington.

Baca Juga: Stasiun Karet Bakal Disulap Jadi Ruang Publik, Terhubung ke Stasiun BNI City

Trump menegaskan bahwa negara-negara yang tetap bersikeras dengan rencana tersebut harus siap menerima konsekuensi besar.

"Jika mereka berani mencoba, mereka bisa mengucapkan selamat tinggal pada akses ke perekonomian Amerika!" serunya.

Pernyataan ini memperlihatkan sikap keras Trump terhadap kebijakan ekonomi global yang dianggap mengancam kepentingan AS.

Baca Juga: Stasiun Karet Bakal Disulap Jadi Ruang Publik, Terhubung ke Stasiun BNI City

Halaman:

Tags

Terkini