INSIBERNEWS - Pada Sabtu, 11/01/2025, Kementerian Perhubungan Korea Selatan mengungkapkan bahwa kedua kotak hitam pesawat Jeju Air yang terlibat dalam kecelakaan tragis pada 29 Desember 2024 berhenti merekam sekitar empat menit sebelum kecelakaan tersebut terjadi.
Penemuan ini menambah kesulitan dalam proses penyelidikan kecelakaan yang menewaskan 179 orang dan hanya menyisakan dua orang selamat.
Kotak Hitam dan Data yang Hilang
Kementerian transportasi menyatakan bahwa perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit—dua perangkat yang sering dianggap sebagai kunci utama dalam penyelidikan kecelakaan—mengalami kegagalan setelah pilot melaporkan adanya tabrakan dengan burung sekitar dua menit sebelum menyatakan darurat Mayday. Data yang hilang dari menit-menit terakhir penerbangan ini sangat mengejutkan, terutama karena hal tersebut menunjukkan kemungkinan bahwa semua sumber daya daya, termasuk daya cadangan, telah diputus. Kejadian ini jarang terjadi dan menambah kompleksitas dalam investigasi.
Perekam suara kokpit, yang awalnya dianalisis di Korea Selatan, ditemukan mengandung data yang hilang dan kemudian dikirim ke laboratorium Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS untuk analisis lebih lanjut. Perekam ini mengumpulkan informasi tentang komunikasi antara pilot dan sistem pesawat selama penerbangan, yang sangat penting untuk memahami dinamika yang terjadi sebelum kecelakaan.
Fokus pada Tanggul dan Proses Penyidikan
Selain menganalisis data dari kotak hitam, penyelidikan juga berfokus pada tanggul tempat pesawat jatuh. Tanggul ini, yang dirancang untuk menopang antena sistem "localizer" yang digunakan untuk membantu pesawat mendarat, menjadi titik perhatian utama. Para ahli menyoroti bahwa tanggul tersebut dibangun dengan material yang sangat kaku dan sangat dekat dengan ujung landasan pacu, yang mungkin berkontribusi pada keseriusan kecelakaan.
Mantan penyelidik kecelakaan, Sim Jai-dong, menyoroti bahwa hilangnya data ini menunjukkan kemungkinan bahwa sumber daya pesawat telah terputus secara tiba-tiba, mengindikasikan adanya masalah teknis yang sangat serius dalam sistem pesawat. Penyebab pasti dari kerusakan pada kotak hitam masih belum diketahui, dan para penyelidik akan terus melakukan analisis mendalam.
Pernyataan Kementerian Perhubungan dan Kritik dari Keluarga Korban
Kementerian Perhubungan Korea Selatan berjanji akan menggunakan data lain yang tersedia dalam penyelidikan untuk menemukan penyebab pasti kecelakaan dan memastikan transparansi dalam proses tersebut. Meskipun demikian, beberapa keluarga korban mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai independensi penyelidikan. Mereka merasa bahwa Kementerian Perhubungan seharusnya tidak memimpin penyelidikan ini, dan lebih banyak ahli independen, termasuk yang direkomendasikan oleh keluarga korban, seharusnya dilibatkan dalam proses investigasi.
Kementerian juga berjanji untuk membagikan hasil penyelidikan kepada keluarga korban agar mereka mendapatkan informasi yang jelas dan transparan mengenai penyebab tragedi ini.
Penyelidikan yang sedang berlangsung diperkirakan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan mematikan ini.