INSIBERNEWS - Pemerintah Jepang mencatat utang yang melampaui aset sebesar 700 triliun yen (4,5 triliun dolar) pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2024.
Meski angka ini masih sangat besar, ada sedikit kabar baik: untuk pertama kalinya dalam 17 tahun, defisit mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Aset vs. Liabilitas: Masih Jauh dari Seimbang
Kementerian Keuangan Jepang mengungkapkan bahwa total aset negara mencapai 5 triliun dolar, mencakup infrastruktur dan kepemilikan sekuritas. Salah satu faktor yang sedikit memperbaiki neraca adalah melemahnya nilai yen, yang meningkatkan nilai sekuritas berdenominasi dolar.
Namun, di sisi lain, liabilitas Jepang terus membengkak dan mencapai hampir 9,5 triliun dolar. Pemerintah terus menerbitkan obligasi untuk menutupi anggaran tahunan, baik untuk kebutuhan awal maupun tambahan.
Defisit Menurun, tapi Masih Jauh dari Sehat
Meskipun defisit turun sekitar 40 miliar dolar dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih menunjukkan bahwa Jepang bergantung pada utang dalam jumlah besar.
Dengan situasi ekonomi global yang tidak menentu dan fluktuasi mata uang yen, Jepang masih harus berjuang keras untuk mengurangi beban utangnya dan mencari keseimbangan fiskal yang lebih stabil di tahun-tahun mendatang.