INSIBERNEWS - Pengadilan tinggi di Inggris membatalkan putusan pengadilan magistrat yang sebelumnya menolak ekstradisi dua warga negara Inggris yang dicari oleh Jepang atas dugaan perampokan di sebuah toko perhiasan mewah di Tokyo. Keputusan ini membuka kembali peluang bagi Jepang untuk mendapatkan ekstradisi mereka.
Kasus Perampokan di Tokyo
Insiden terjadi pada November 2015 di kawasan Omotesando, Tokyo, ketika tiga pria membobol sebuah toko perhiasan kelas atas. Perampokan itu menyebabkan seorang petugas keamanan mengalami luka serius, sementara para pelaku berhasil melarikan perhiasan senilai sekitar 650.000 dolar.
Kepolisian Metropolitan Tokyo segera mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tiga warga negara Inggris, yang kemudian dimasukkan dalam daftar pencarian internasional melalui Interpol.
Putusan Ekstradisi yang Dibatalkan
Ketiga pria tersebut akhirnya ditahan di Inggris dalam kasus yang tidak terkait. Pemerintah Jepang mengajukan permintaan ekstradisi, namun pengadilan magistrat memutuskan bahwa dua di antara mereka, Joe Chappell dan Kaine Wright, tidak dapat diekstradisi dengan alasan kekhawatiran terhadap pelanggaran hak asasi manusia selama proses hukum di Jepang.
Namun, setelah mengajukan banding, pengadilan tinggi Inggris pada Rabu (29/01/2025) memutuskan bahwa terdapat cukup bukti untuk meninjau kembali kasus ini. Selain itu, Jepang telah memberikan jaminan terkait transparansi proses hukum, termasuk perekaman semua wawancara dan interogasi guna mencegah risiko penyalahgunaan wewenang.
Baca Juga: Tesla Gugat Uni Eropa! Tarif Tambahan 35,3% Bikin Panas, BMW & BYD Ikut Melawan?
Tidak Ada Perjanjian Ekstradisi Jepang-Inggris
Meskipun keputusan pengadilan tinggi memberikan angin segar bagi Jepang, proses ekstradisi masih belum final. Jepang dan Inggris tidak memiliki perjanjian ekstradisi resmi, dan hingga saat ini belum pernah ada tersangka warga Inggris yang diserahkan kepada pihak berwenang Jepang.
Dengan kasus ini dikembalikan ke pengadilan magistrat, keputusan akhir mengenai ekstradisi Joe Chappell dan Kaine Wright masih akan bergantung pada proses hukum lebih lanjut di Inggris.
Artikel Terkait
Donald Trump Tawarkan Insentif Untuk 2 Juta Pegawai Federal Untuk Mengundurkan Diri, Apakah Ada Perintah Rahasia dari Elon Musk?
Senat AS Tolak Sanksi untuk ICC! Upaya Lindungi Netanyahu Gagal, Trump Siap Ambil Langkah Selanjutnya?
Donald Trump Klaim Militer AS Masuk ke California dan Hidupkan Air, Pejabat Pemerintah Negara Bagian Langsung Bantah!
Inspektur Jenderal USDA Ditendang Donald Trump, Tapi Menolak Pergi dan Bertahan di Kantor! Petugas Keamanan Turun Tangan!
Senator Hadapi Robert F. Kennedy Jr. dalam Sidang Konfirmasi Menteri Kesehatan Donald Trump: Vaksin, Aborsi, dan Kontroversi di Balik Pilihan Presiden
Trump Perintahkan Penahanan Imigran di Guantanamo: Kontroversi dan Reaksi Dunia Terhadap Langkah Berisiko ini
Donald Trump Ingin Membeli Greenland Lagi, Klaim 57.000 Warga Greenland Mau Bergabung dengan AS? Ditolak Mentah oleh Denmark dan Greenland
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Menilai Ekonomi AS Masih Solid, Tetapi Donald Trump Desak Pemangkasan Jika Harga Minyak Turun!
AS Dukung Israel Tutup UNRWA! Keputusan Donald Trump Picu Kontroversi di PBB, Nasib Pengungsi Palestina Terancam?
Donald Trump Kritik The Fed! Kritik Kebijakan Suku Bunga dan Janji Kendalikan Inflasi dengan Strategi Baru