INSIBERNEWS - Pemerintah Filipina mengambil langkah unik dalam menghadapi sengketa Laut Cina Selatan dengan merilis buku komik berjudul "The Stories of Teacher Jun".
Buku ini bertujuan untuk melawan apa yang disebut pemerintah Filipina sebagai "disinformasi" dari Cina mengenai perairan yang disengketakan.
Komik Edukasi atau Sindiran Politik?
Komik setebal 40 halaman ini menceritakan seorang guru bernama Jun yang mengajarkan anak-anak tentang sengketa wilayah, hukum internasional, dan posisi Filipina di Laut Cina Selatan.
Yang menarik, beberapa orang menilai bahwa karakter Jun memiliki kemiripan dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr., meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini.
10.000 Eksemplar Siap Disebar
Sebagai bagian dari kampanye edukasi, pemerintah Filipina mencetak sekitar 10.000 eksemplar komik ini untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Filipina.
Langkah ini menegaskan sikap Manila dalam memperjuangkan haknya di Laut Cina Selatan.
Sengketa Panas dengan Cina
Cina selama ini mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan, termasuk wilayah yang berada dalam zona ekonomi eksklusif Filipina. Namun, pada 2016, pengadilan arbitrase internasional memutuskan bahwa klaim Cina melanggar hak Filipina dalam menangkap ikan di perairan tersebut.
Meski demikian, Cina tetap mengabaikan keputusan itu dan terus memperkuat kehadirannya di wilayah sengketa.
Langkah Berani Filipina, Akankah Cina Bereaksi?
Rilis komik ini menunjukkan bahwa Filipina semakin gencar memperjuangkan haknya atas Laut Cina Selatan.
Namun, langkah ini juga berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut dengan Cina. Apakah Beijing akan bereaksi terhadap komik ini? Kita tunggu perkembangan selanjutnya!