INSIBERNEWS - Bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada Rabu (29/01/2025) setelah rapat kebijakan pertama mereka sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS. Keputusan tersebut diambil dengan alasan pertumbuhan ekonomi yang solid dan indikator ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda positif.
Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengungkapkan bahwa keputusan untuk mempertahankan suku bunga tersebut diambil secara bulat oleh Dewan Gubernur. Powell menyoroti rendahnya tingkat pengangguran dan stabilitas ekonomi sebagai faktor utama di balik keputusan tersebut. Menurutnya, dengan perekonomian yang tetap kuat dan kebijakan yang tidak terlalu ketat, The Fed merasa tidak perlu terburu-buru untuk mengubah kebijakan moneternya.
Kemajuan dalam Memerangi Inflasi
Meskipun demikian, Powell mengakui bahwa meskipun kebijakan penurunan suku bunga telah dilakukan dalam tiga rapat kebijakan terakhir, laju inflasi masih menunjukkan angka yang lebih tinggi dari target The Fed yang sebesar 2 persen. Dewan Gubernur memandang ada kemajuan dalam upaya memerangi inflasi, namun mereka tetap memantau perkembangan harga yang masih terus meningkat.
Tanggapan Trump terhadap Kebijakan The Fed
Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa ia akan mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, terutama jika harga minyak turun. Namun, Powell menegaskan bahwa dirinya belum berkomunikasi dengan Presiden Trump terkait keputusan kebijakan tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak akan memberikan tanggapan atau komentar terkait pernyataan Trump, dengan alasan bahwa hal itu tidak pantas untuk dilakukan.
Dengan keputusan ini, The Fed menunjukkan kepercayaan diri terhadap kesehatan ekonomi AS yang terus menunjukkan pertumbuhan meskipun ada tantangan inflasi.