news

Menlu Iran Sindir Trump Soal Isu Relokasi Warga Gaza: Kenapa Bukan Israel yang Dipindahkan?

Rabu, 29 Januari 2025 | 08:52 WIB
Warga Gaza Yang di isukan Relokasi (Foto : AP/Jehad Alshrafi)

INSIBERNEWS - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan sindiran tajam kepada mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait wacana relokasi warga Gaza ke Mesir dan Yordania.

Menurut Araghchi, daripada mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka, lebih baik Trump memindahkan penduduk Israel ke Greenland. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara dengan media Inggris, Sky News, pada Rabu (29/1/2025).

Baca Juga: Hamas Bahas Pemerintahan Baru di Gaza, Israel Tak Setuju?

“Saran saya sederhana. Daripada memaksa warga Palestina meninggalkan Gaza, kenapa tidak mencoba mengusir warga Israel? Pindahkan mereka ke Greenland, sehingga bisa menyelesaikan dua masalah sekaligus,” ujar Araghchi dengan nada satir.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun kelompok yang didukung Iran, seperti Hamas dan Hizbullah, mengalami pukulan dalam perang dengan Israel, mereka masih tetap berdiri dan terus membangun kembali kekuatan mereka.

Baca Juga: Ramalan Cuaca Hari Ini! Daerah Jakarta Dan Sekitarnya Siap Siaga Hujan Seharian

Trump sebelumnya mengusulkan pemindahan warga Gaza ke negara tetangga sebagai bagian dari solusi jangka panjang bagi kawasan tersebut. Ia beralasan bahwa Gaza yang hancur akibat perang harus dibersihkan sebelum dilakukan rekonstruksi.

Namun, ide tersebut langsung ditolak oleh Mesir dan Yordania. Kedua negara menegaskan bahwa rakyat Palestina berhak atas tanah mereka sendiri dan tidak seharusnya dipaksa meninggalkan wilayah mereka.

Baca Juga: Menu Serangga dan Ulat untuk MBG Jadi Kontroversi, Ahli Gizi Nilai Tidak Etis dan Dapat Merusak Selera Anak

Selain itu, Trump juga sempat mengutarakan keinginannya untuk merebut Greenland dari Denmark, dengan alasan bahwa wilayah tersebut sangat penting bagi kepentingan strategis Amerika Serikat.

AS memang memiliki pangkalan udara di Greenland, dan Trump mengklaim bahwa menguasai pulau tersebut akan memperkuat keamanan nasional. Pernyataan kontroversialnya ini sempat memicu ketegangan diplomatik antara Washington dan Kopenhagen.

Baca Juga: Warna dan Makanan Feng Shui ini dipercaya Bisa Membawa Keberuntungan di Tahun 2025, Cek Apakah Kamu Termasuk Orang Yang Beruntung?

Pernyataan Araghchi mencerminkan ketegangan geopolitik yang masih membayangi kawasan Timur Tengah. Sementara AS terus berupaya memperluas pengaruhnya, Iran dan sekutunya tetap menunjukkan perlawanan terhadap kebijakan yang mereka anggap merugikan Palestina.

Di tengah ketidakpastian ini, masa depan Gaza dan konflik Israel-Palestina masih menjadi salah satu isu global yang paling sulit diselesaikan.

Tags

Terkini