INSIBERNEWS - Israel disebut telah menyetujui rencana penarikan pasukan dari Jalur Gaza setelah perkembangan signifikan dalam negosiasi pertukaran tahanan dengan Hamas.
Langkah ini dilaporkan sebagai respons atas pembicaraan intensif yang dilakukan antara kedua pihak. Harian Haaretz menyebut militer Israel telah menyusun sejumlah skenario untuk merealisasikan penarikan tersebut.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penarikan pasukan melalui Koridor Netzarim, jalur strategis yang memisahkan Jalur Gaza menjadi dua bagian.
Strategi ini bertujuan untuk memastikan penarikan berjalan aman dan efisien. Meski belum ada pernyataan resmi, laporan ini menandakan adanya upaya serius dari pihak Israel untuk mengurangi ketegangan di wilayah yang telah lama dilanda konflik tersebut.
Baca Juga: Para Pemburu Koin Jagat Dinilai Meresahkan, Menkomdigi Akhirnya Ikut Turun Tangan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan turut aktif dalam proses ini. Ia bahkan dilaporkan bertemu dengan Steve Witkoff, utusan khusus presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.
Pertemuan ini diyakini menjadi bagian dari koordinasi dengan pihak internasional terkait langkah-langkah yang akan diambil oleh Israel.
Baca Juga: Imigrasi Gelar Layanan Paspor di GBK untuk 1.075 Pemohon, Daftar dan Cek Caranya!
Sementara itu, harian Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa 90 persen dari perjanjian pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan.
Detail perjanjian ini melibatkan pembebasan tahanan tertentu dari kedua belah pihak.
Hamas dilaporkan menyambut positif perkembangan ini, meski menekankan pentingnya komitmen Israel untuk memenuhi seluruh poin kesepakatan.
Langkah penarikan pasukan ini, jika terealisasi, bisa menjadi titik balik penting dalam hubungan Israel dan Hamas, serta memberikan harapan baru bagi perdamaian di kawasan.