news

Banjir Landa Arab Saudi, Aktivitas di Tiga Kota Besar Terganggu

Rabu, 8 Januari 2025 | 14:04 WIB
Banjir Landa Arab Saudi Hingga Bekukan Aktivitas 3 Kota Besar (Foto : Getty Images/AMER HILABI)

INSIBERNEWS - Sejumlah wilayah di Arab Saudi dilanda banjir pada Selasa (7/1/2025) setelah hujan deras mengguyur negeri itu.

Banjir ini menyebabkan genangan air di berbagai jalan raya, alun-alun kota, hingga area pusat keramaian di kota Makkah, Jeddah, dan Madinah.

Akibatnya, lalu lintas di tiga kota besar tersebut mengalami gangguan yang cukup signifikan.

Baca Juga: KPU Batu Tetapkan Nurochman Pemenang Pilwalkot Batu 2024, Ternyata Segini Harta Kekayaannya

Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi melaporkan bahwa wilayah Madinah mencatat curah hujan tertinggi dibandingkan kota lainnya.

Di sekitar Masjid Nabawi, tepatnya di area Haram Pusat, curah hujan mencapai 36,1 mm.

Sementara itu, Masjid Quba mencatat 28,4 mm, dan beberapa wilayah lainnya seperti lingkungan Sultana, Al-Suwaidriya, serta Badr mencatat curah hujan antara 23,0 mm hingga 33,6 mm.

Baca Juga: Utang Paylater Meningkat Pesat di 2024, OJK: Capai 21,77 Triliun

Kondisi serupa terjadi di Jeddah, di mana Pusat Meteorologi Nasional (NCM) melaporkan hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, jarak pandang yang sangat terbatas, serta badai petir.

Bahkan, gelombang tinggi di wilayah pesisir turut menambah dampak buruk cuaca ekstrem ini. Genangan air di berbagai titik menyebabkan akses jalan menjadi sulit dilalui, membuat aktivitas warga terganggu.

Baca Juga: Dana untuk Kerajaan Inggris Naik Drastis, Kritik Publik Menguat di Tengah Krisis

Di Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz turut terdampak. Pihak bandara mengeluarkan imbauan kepada para pelancong untuk memeriksa jadwal penerbangan terlebih dahulu sebelum menuju bandara.

Penundaan hingga pembatalan penerbangan dilaporkan terjadi akibat kondisi cuaca buruk yang membahayakan keselamatan penerbangan.

Baca Juga: PDIP Tuding Penggeledahan Rumah Hasto untuk Alihkan Isu Finalis Terkorup OCCRP

Halaman:

Tags

Terkini