news

Usai Deklarasi Darurat Militer, Para Pejabat Kantor Kepresidenan Korea Selatan Lakukan Resign Massal

Rabu, 4 Desember 2024 | 13:17 WIB
Para Pejabat Kantor Kepresidenan Korea Selatan Lakukan Resign Massal Usai Deklarasi Darurat Militer (Istimewa )

INSIBERNEWS - Presiden Korea Selatan (Korsel), Yoon Seok Yeol secara mengejutkan mengumumkan status darurat Militer di negaranya pada hari Selasa (3/12/2024).

Dalam pidatonya, Yoon Seok Yeol menuding pihak oposisi merupakan pro-komunis dan telah mengambil alih parlemen serta berusaha untuk melumpuhkan pemerintahannya.

Presiden Korsel ini mengungkap dengan darurat militer, Ia akan membangun kembali dan melindungi Republik Korea Selatan yang merdeka yang sedang jatuh ke dalam jurang kehancuran.

Baca Juga: Begini Strategi Baru Komdigi Berantas Judi Online, Sebar SMS hingga Blokir Transfer Pulsa yang Terindikasi Judol

Pendeklarasian darurat militer yang mendadak dan secara sepihak ini menuai protes dari berbagai pihak.

Menentang keras keputusan darurat militer yang diberlakukan Presiden Yoon Seok Yeol, para anggota legislatif kemudian berkumpul dan mengadakan sidang luar biasa guna membatalkan darurat militer pada dini hari waktu setempat.

Adapun, hasil yang didapat dari sidang tersebut adalah terdapat sebanyak 192 suara dari 192 anggota DPR telah setuju untuk membatalkan darurat militer.

Baca Juga: Anggota DPR Korea Selatan Gelar Sidang Luar Biasa Setuju Batalkan Darurat Militer, Masyarakat Tuntut Penangkapan Yoon Seok Yeol

Setelah 6 jam sejak melakukan deklarasi darurat militer, Presiden Yoon Seok Yeol kemudian akhirnya mencabut status darurat militer tersebut.

Yoon Seok Yeol juga membatalkan semua kegiatannya pada hari ini, Rabu (4/12/2024).

Usai peristiwa tersebut, dilaporkan pada tanggal 4 Desember semua pejabat senior kepresidenan, termasuk staff kepresidenan, sekretaris negara, direktur keamanan publik, dan direktur kebijakan publik melakukan pengunduran diri massal.

Baca Juga: Ada Squid Game! Berikut Ini Deretan Drakor yang Tayang Bulan Desember

Keputusan itu diambil, akibat mereka merasa bertanggung jawab atas kekacauan yang disebabkan oleh deklarasi darurat militer Presiden Yoon Seok Yeol.

Tags

Terkini