news

Putin Rekrut Tentara Bayaran dari Yaman untuk Perang Ukraina, Skema Diplomatik Rusia dengan Houthi Terungkap

Jumat, 29 November 2024 | 10:55 WIB
Putin Rekrut Tentara Bayaran dari Yaman (foto: Istimewa)

Perekrutan Tentara Lainnya untuk Rusia

Selain tentara dari Yaman, Rusia juga telah mengontrak pejuang dari negara-negara lain, termasuk Korea Utara, India, dan Nepal.

Dalam beberapa pekan terakhir, sekitar 12.000 tentara dari Korea Utara dikirim ke Rusia untuk mendukung perang di Ukraina.

Tentara bayaran dari negara-negara ini bergabung dengan pasukan Rusia di garis depan, meskipun jumlah pastinya tidak dapat dipastikan.

Perekrutan tentara bayaran ini menunjukkan bahwa Rusia terus mencari cara untuk memperkuat pasukannya tanpa harus mengandalkan mobilisasi penuh.

Namun, kurangnya pelatihan yang memadai dan perlakuan yang buruk terhadap para rekrutan ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas dan moral pasukan asing yang kini terlibat dalam konflik ini.

 Baca Juga: Dharma Pongrekun Siapkan Rencana Usai Gagal di Pilgub DKI Jakarta, Pilih Jadi Penjual Kaos

Kesimpulan

Perekrutan tentara bayaran dari Yaman dan negara-negara lainnya menandai langkah baru dalam upaya Rusia untuk memperkuat barisan pasukannya di Ukraina.

Meskipun upaya ini memungkinkan Putin untuk menghindari mobilisasi domestik yang luas, kondisi yang dihadapi oleh para pejuang asing sangat memprihatinkan.

Dengan dukungan dari Houthi dan kelompok-kelompok lain di Timur Tengah, Rusia tampaknya bersedia menggunakan segala cara untuk memperpanjang perang ini, meskipun dengan biaya yang tinggi baik dari segi moral maupun kemanusiaan.

Halaman:

Tags

Terkini