Baca Juga: PKS Terima Kekalahan di Pilkada Depok, Sebut Kekuasaan Memang Tidak Abadi
Yusril menyebut bahwa pernyataan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, juga mendukung langkah ini.
"Presiden Marcos tidak pernah mengatakan pemindahan ini berarti kebebasan bagi Mary Jane. Yang disebutkan hanyalah membawa dia kembali ke Filipina," ujar Yusril.
Mary Jane Veloso telah menjadi pusat perhatian publik sejak ditangkap di Indonesia karena membawa narkotika. Kasusnya menimbulkan hubungan diplomatik yang sensitif antara kedua negara.
Namun, dengan keputusan ini, Yusril berharap proses pemindahan dapat berjalan tanpa menimbulkan salah paham lebih lanjut.