news

Percepat Penanganan Kanker, Indonesia Kirim Dokter ke Empat Negara untuk Program Fellowship

Senin, 25 November 2024 | 18:26 WIB
Percepat Penanganan Kanker, Indonesia Kirim Dokter ke Empat Negara untuk Program Fellowship (Photo : badankebijakan.menkes.go.id)

INSIBERNEWS - Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit kanker.

Salah satu langkah konkret adalah mengirimkan dokter ke empat negara, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, dan India, untuk mengikuti program pelatihan (fellowship) di bidang onkologi.

Langkah ini diambil sebagai solusi atas kekurangan tenaga dokter spesialis kanker di Indonesia.

Baca Juga: Dorong Mobilitas Modern, MRT Jakarta Gandeng JIEP Kembangkan TOD di Pulo Gadung

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa penanganan kanker di Indonesia masih jauh dari optimal karena minimnya jumlah dokter spesialis onkologi.

Ia menjelaskan, persoalan ini menjadi hambatan besar, terutama dalam pemanfaatan alat kesehatan modern yang telah didistribusikan ke berbagai rumah sakit di daerah.

Baca Juga: Chef Juna Resmi Bergabung Sebagai Komisaris Independen di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk

"Persoalan terbesar dalam penanganan kanker adalah kekurangan dokter spesialis. Kita tidak memiliki cukup dokter onkologi yang bisa mengoperasikan alat-alat tersebut," ujar Budi dalam pernyataannya pada Senin (25/11/2024).

Sebagai upaya percepatan, Kementerian Kesehatan meluncurkan program beasiswa fellowship yang ditargetkan untuk melatih lebih banyak dokter di bidang onkologi.

Baca Juga: Razman Arif Jadi Tersangka Atas Laporan Hotman Paris di PN Jakarta Utara, Razman Sebut Kasusnya Biasa dan Kecil

Dalam program ini, dokter spesialis penyakit dalam akan dilatih agar mampu melakukan prosedur kemoterapi dan penanganan kanker lainnya.

"Kami ingin mempercepat jumlah dokter terlatih melalui program fellowship ini," kata Budi.

Baca Juga: KPK Ungkap Dugaan Pemerasan oleh Gubernur Bengkulu, Amplop 'Serangan Fajar' Disita

Setiap tahunnya, pemerintah berencana mengirimkan sekitar 100 dokter untuk menjalani pelatihan di luar negeri.

Halaman:

Tags

Terkini