Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak, termasuk yang menjadi korban kekerasan seksual, memiliki hak yang sama.
Yaitu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung.
Baca Juga: Menteri PKP Usulkan Penghapusan Pajak Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (16/11/2024), Direktur SAPA Institute, Sri Mulyati khawatir bahwa dengan adanya sekolah khusus korban kekerasan seksual justru akan menimbulkan stigma baru dari masyarakat.
“Khawatir kemudian misalnya ketika ada upaya untuk membuat sekolah khusus korban kekerasan seksual itu malah kemudian korban itu mendapatkan stigma dari masyarakat,”
“Sekolah itu adalah sekolah khusus untuk korban kekerasan seksual, oh korban-korban yang di sekolah itu adalah korban-korban yang misalnya anak-anak yang sudah tidak lagi perawan,” lanjutnya.***