Menjelang pemilihan presiden AS pada 5 November, Trump telah menguraikan rencananya untuk mengenakan tarif signifikan terhadap barang-barang impor, terutama dari China.
Namun, barang-barang dari sekutu AS, termasuk negara-negara Uni Eropa, juga dapat terkena dampaknya.
Kebijakan ini diperkirakan akan memicu serangkaian tindakan balasan dari negara-negara tersebut, yang dapat memperburuk situasi perdagangan global.
Baca Juga: Siswa SD Titip Surat Doa untuk Prabowo dan Gibran dalam Program Makan Bergizi
Peringatan dari IMF ini menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan perdagangan yang agresif dan perlunya dialog konstruktif di tingkat internasional untuk mencegah eskalasi konflik perdagangan yang lebih besar.