Menjelang pemilihan presiden AS pada 5 November, Trump telah menguraikan rencananya untuk mengenakan tarif signifikan terhadap barang-barang impor, terutama dari China.
Namun, barang-barang dari sekutu AS, termasuk negara-negara Uni Eropa, juga dapat terkena dampaknya.
Kebijakan ini diperkirakan akan memicu serangkaian tindakan balasan dari negara-negara tersebut, yang dapat memperburuk situasi perdagangan global.
Baca Juga: Siswa SD Titip Surat Doa untuk Prabowo dan Gibran dalam Program Makan Bergizi
Peringatan dari IMF ini menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan perdagangan yang agresif dan perlunya dialog konstruktif di tingkat internasional untuk mencegah eskalasi konflik perdagangan yang lebih besar.
Artikel Terkait
Sidang Paripurna Perdana Kabinet Merah Putih: Prabowo Minta Kerja Efisien dan Pengawasan Ketat APBN
Cegah Aksi Premanisme, Patroli Malam Kamtibmas Polsek Bungursari Sasar Pangkalan Ojek Minimarket
KAI Temukan Ribuan Barang Hilang, Totalnya Hingga Tembus RP10 Miliar
Masyarakat Perlu Tingkatkan Literasi Konsumsi Ikan Berkualitas
Siswa SD Titip Surat Doa untuk Prabowo dan Gibran dalam Program Makan Bergizi
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Ungkap Anggaran Minim: Dulu Rp5,4 Triliun, Kini Hanya Rp92 Miliar!
Presdir BCA Harap Pemerintahan Prabowo-Gibran Dukung Sektor Perbankan
Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak, China Jadi Pemimpin Pasar Global
Mahkamah Agung Batalkan Putusan Bebas Ronald Tannur, Vonis Lima Tahun Penjara untuk Penganiayaan!
Usai Viral Karena Uang Donasi, Agus Ungkap Dirinya Tersiksa