INSIBERNEWS - Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengeluarkan peringatan serius mengenai rencana kebijakan tarif perdagangan yang diusulkan oleh calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Lembaga keuangan internasional yang berbasis di Washington ini menilai bahwa langkah tersebut dapat merugikan pertumbuhan ekonomi global secara signifikan.
Baca Juga: Usai Viral Karena Uang Donasi, Agus Ungkap Dirinya Tersiksa
IMF mengkhawatirkan bahwa potensi sengketa tarif ini dapat memicu perang dagang yang lebih luas, yang akan berdampak buruk tidak hanya bagi ekonomi global tetapi juga bagi negara-negara yang menerapkan kebijakan tersebut.
Dalam laporan terbaru, IMF mencatat bahwa jumlah hambatan perdagangan telah meningkat pesat dalam lima tahun terakhir dari sekitar 1.000 pada 2019 menjadi 3.000 saat ini.
Baca Juga: Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak, China Jadi Pemimpin Pasar Global
Kepala Ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, menegaskan bahwa
"tindakan ini tidak hanya merugikan perekonomian global, tetapi juga menjadi bumerang bagi negara-negara yang menerapkan hambatan perdagangan."
Ia menambahkan,
"Goncangan perdagangan global dapat membuat penduduk negara yang mengenakan tarif menjadi lebih miskin."
Baca Juga: Presdir BCA Harap Pemerintahan Prabowo-Gibran Dukung Sektor Perbankan
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan mencapai 3,2 persen tahun ini dan tahun depan.
Namun, lembaga ini memperingatkan bahwa jika tarif perdagangan meningkat pada pertengahan tahun depan, dampaknya bisa memotong 0,8 persen dari output ekonomi global pada 2025, dan bahkan hingga 1,3 persen pada 2026.
Artikel Terkait
Sidang Paripurna Perdana Kabinet Merah Putih: Prabowo Minta Kerja Efisien dan Pengawasan Ketat APBN
Cegah Aksi Premanisme, Patroli Malam Kamtibmas Polsek Bungursari Sasar Pangkalan Ojek Minimarket
KAI Temukan Ribuan Barang Hilang, Totalnya Hingga Tembus RP10 Miliar
Masyarakat Perlu Tingkatkan Literasi Konsumsi Ikan Berkualitas
Siswa SD Titip Surat Doa untuk Prabowo dan Gibran dalam Program Makan Bergizi
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Ungkap Anggaran Minim: Dulu Rp5,4 Triliun, Kini Hanya Rp92 Miliar!
Presdir BCA Harap Pemerintahan Prabowo-Gibran Dukung Sektor Perbankan
Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak, China Jadi Pemimpin Pasar Global
Mahkamah Agung Batalkan Putusan Bebas Ronald Tannur, Vonis Lima Tahun Penjara untuk Penganiayaan!
Usai Viral Karena Uang Donasi, Agus Ungkap Dirinya Tersiksa