Pemilihan dengan satu calon cenderung menarik minat lebih sedikit dari pemilih, karena mereka merasa tidak ada pilihan lain yang tersedia.
Baca Juga: Resmi! Pertamina Turunkan Harga BBM, Berlaku 1 September 2024
Penurunan partisipasi ini mengurangi representasi demokratis dan bisa berdampak negatif pada legitimasi calon terpilih serta kebijakan yang diambilnya.
Selain itu, kurangnya kompetisi dapat mengurangi inovasi dan pembaharuan yang biasanya timbul dari persaingan politik.
Selanjutnya, calon tunggal bisa memperkuat kekuatan politik yang dominan.
Baca Juga: Modus Ngaku Debt Collector, Lima Pelaku Perampas Motor Diringkus Polisi, ini Kronolgisnya
Dalam situasi di mana hanya ada satu kandidat, ada risiko bahwa kandidat tersebut merupakan hasil dari konsolidasi kekuasaan dari elite politik yang sudah ada, tanpa adanya kesempatan bagi calon independen atau alternatif baru untuk bersaing.
Ini bisa mengakibatkan dominasi politik yang stagnan dan kurangnya dinamika dalam pemerintahan daerah.***