INSIBERNEWS - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun merasa miris dengan rakyat Indonesia yang membicarakan mengenai demokrasi tetapi justru partai politiknya sendiri tidak demokratis, yang salah satunya adalah Nasdem.
Bahkan Refly Harun menilai bahwa sejumlah partai besar termasuk Nasdem memelihara feodalisme.
Tidak hanya Nasdem saja, ada juga PDIP, PKB, PAN, dan juga Gerindra yang menurut Refly Harun tidak demokratis.
Baca Juga: Diduga Dukung Kegiatan Teroris, Kenapa pendiri Telegram, Pavel Durov Ditangkap Polisi Prancis?
Dilansir InsiberNews dari kanal YouTube Refly Harun (26/8/2024), hal tersebut diungkapkan Refly pada kanal YouTubenya.
“Bagaimana kita bicara tentang demokratisasi dan lain sebagainya, sementara partai-partai menunjukkan mereka sangat tidak demokratis,” ungkap Refly Harun.
“Semua partai tidak hanya partai Nasdem, tapi partai lainnya juga. Beberapa partai kongres,” lanjutnya.
Baca Juga: Siap Nonton? Ini Harga Tiket Waterbomb Festival 2024 di Jakarta
Selain Nasdem diketahui bahwa Megawati kembali menjabat menjadi Ketua Umum PDIP padahal di usianya yang sudah 77 tahun, Megawati seharusnya sudah pensiun.
Kemudian ada pula PKB dan PAN yang melakukan aklamasi. Aklamasi merupakan sebuah metode pengambilan keputusan dalam partai politik yang sering digunakan dalam proses pemilihan atau penetapan keputusan tertentu.
Dalam konteks politik, aklamasi merujuk pada cara dimana sebuah keputusan atau calon diterima atau disetujui tanpa perlu melalui pemungutan suara formal atau proses pemilihan yang rumit.
Baca Juga: Cara Mempersiapkan Cita-Cita untuk Masa Depan
“PDIP memperpanjang masa jabatan Megawati, kemudian PKB aklamasi, PAN aklamasi, Nasdem siapa yang akan mengalahkan Surya Paloh, nggak akan ada yang mau nyalon kalau tidak mau terlempar,” ungkap Refly Harun.