Mereka mampu meredakan konflik, memfasilitasi dialog, dan menciptakan konsensus di antara berbagai kelompok.
Kepemimpinan mereka tidak hanya diukur dari capaian administrasi, tetapi juga dari kemampuannya untuk menginspirasi dan membangun kepercayaan di kalangan rakyat.
Baca Juga: Beredar Isu Rujuk Intan Nabila dan Armor Toreador, Sederet Publik Figure Indonesia Nasehati Intan
Saat ini kepentingan pribadi sering menguasai arena politik, sosok negarawan sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan dan memberikan arah yang jelas bagi kemajuan bangsa.
Dikutip InsiberNews dari kanal YouTube TVR Parlemen (16/8/2024), Puan Maharani memberikan pengertian mengenai perbedaan negarawan dengan politisi.
Serta penguasa yang seharusnya memanfaatkan kekuasaannya untuk menyejahterakan rakyat, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri maupun golongan tertentu.
Baca Juga: Filosofi Tumpeng HUT Kemerdekaan RI Semarak di Masyarakat, apa maknanya ...
“Seorang negarawan akan memikirkan masa depan negara yang harus lebih baik, sedangkan politisi akan memikirkan masa depan hasil pemilu yang harus lebih baik,” ujar Puan Maharani.
“Kekuasaan negara dijalankan untuk kebaikan yang lebih besar bukannya untuk membesarkan diri sendiri, kelompok maupun kepentingan tertentu,” lanjutnya.***