Yang terpenting adalah calon tersebut bisa mengisi kotak kosong dan kemudian manipulasi politik terbentuk yang akan memenangkan calon yang diusung penguasa.
“Tidak penting ya bagaimana kualitas calon independennya atau calon perseorangannya, tidak peduli elektabilitasnya apa tetapi ini jalan untuk menghindari kotak kosong,” ujar Refly Harun.
Anies Baswedan sendiri masih memiliki kesempatan untuk mengikuti Pilkada Jakarta 2024 jika PDIP dan PKS menghilangkan ego masing-masing partai dan sama-sama mendukungnya.
Saat ini sejumlah partai politik telah bergabung dalam KIM, diantaranya adalah Gerindra, Golkar, Gelora, PAN, Demokrat, PBB, Garuda, dan PSI.
Terbaru partai Nasdem, PKB, dan PKS juga akan turut serta bergabung dalam KIM yang kemudian berubah nama menjadi KIM Plus.
Baca Juga: Istimewa! Sidang Kabinet Paripurna Pertama di IKN Bahas Serius Evaluasi Pemerintah
Jika Nasdem dan PKS bergabung dengan KIM maka Anies Baswedan tidak bisa maju ke Pilkada Jakarta 2024 karena kekurangan dukungan.***