INSIBERNEWS, Purwakarta - Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, terus berupaya memperjuangkan hak penyandang disabilitas melalui pembentukan unit layanan disabilitas LP Ma’arif di setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Seminar dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional yang bertajuk “Anak Terlindungi Bersama Ma’arif NU Menuju Indonesia Maju,” yang diinisiasi oleh LP Ma’arif NU Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Keimanan Ketaqwaan Anggota, Kepolisian Purwakarta Gelar Kegiatan Binrohtal
Seminar ini berlangsung di Aula Madinah Kampus 2 Al-Muhajirin, Jalan Ipik Gandamanah No. 33, Ciseureuh, Purwakarta, Rabu (31/7/24).
Acara tersebut juga menandai peluncuran Unit Layanan Disabilitas Ma’arif NU.
Dr. Hj. Ifa Faizah, yang akrab disapa Teh Ifa, mengucapkan selamat atas peluncuran tersebut dan berharap unit layanan ini dapat semakin luas menyebarkan manfaat serta mencetak kader-kader disabilitas potensial melalui pendidikan inklusi.
“Walaupun anggaran pemerintah belum ada, kita siap terdepan karena hati nurani memanggil kita untuk segera berbuat,” ujarnya.
Baca Juga: Momen Berharga, Atlet Korea Selatan dan Utara Selfie Bareng di Olimpiade Paris 2024
Dalam sambutannya, Teh Ifa juga menggaris bawahi berbagai isu penting terkait penyandang disabilitas, termasuk pandangan mistis dan naif yang sering kali membayangi mereka. Ia menyayangkan fenomena penyandang disabilitas yang masih sering dipandang sebagai aib atau kutukan, dan menghadapi diskriminasi serta keterbatasan dalam mendapatkan layanan publik yang ramah disabilitas.
Teh Ifa juga menyoroti tantangan besar dalam penerapan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 yang mewajibkan pemerintah untuk memenuhi hak penyandang disabilitas sebagai kewajiban, bukan sekadar santunan.
Masalah tersebut meliputi akses transportasi, fasilitas layanan publik, serta layanan pendidikan dan kesehatan yang inklusif. Selain itu, terdapat hambatan dalam peluang kerja, pelaksanaan kewajiban agama, serta akses terhadap bacaan Al-Qur’an dan hadis, serta pendampingan pendidikan.
“LP Ma’arif NU Jabar akan terus jadi motor penggerak dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas LP Ma’arif di setiap kabupaten,” tegasnya.
Baca Juga: Gritte Agatha Gelar Acara Gender Reveal, Teman Jadi Masuk UGD
Dalam upaya memperbaiki situasi tersebut, LP Ma’arif NU Jawa Barat berkomitmen untuk mendorong terwujudnya sekolah dan madrasah inklusi sebagai bentuk pemenuhan hak belajar siswa.