INSIBERNEWS - Kisah pilu menimpa seorang pedagang bakso Ronggolawe di Surabaya lantaran viral karena dituding menggunakan daging tikus.
Hal tersebut sontak membuat kedai bakso ronggolawe di Surabaya ini menjadi sepi pembeli. Karena tak terima akhirnya sang pemilik melaporkan ke polisi.
Dalam video viral yang beredar, si pembuat video menyebutkan bahwa Bakso Ronggolawe yang berada di Kawasan Kenjeran, Surabaya disebut menggunakan bahan dasar daging tikus.
Baca Juga: Roti Aoka Bisa Awet Berbulan-Bulan? BPOM Ungkap Rahasianya
Video tersebut hanya terdengar suara pria dan wanita yang membahas temuan mereka dalam bulatan bakso yang sedang mereka makan tanpa memperlihatkan wajahnya.
“Teko iringan ae ketok (dari samping sudah kelihatan,” ujar pria dalam video.
Sang pria sembari menunjukan bahwa isian bakso tetelan yang dia sebut sangat mirip dengan bulu tikus. Kemudian apa yang disampaikan pria tersebut dibenarkan oleh sang wanita.
Selain menunjukan semangkok bakso yang ada di hadapannya dengan dugaan masih tersisa bulu tikus sang pembuat video juga menunjukan lapak Bakso Ronggolawe tempat mereka makan.
Baca Juga: Demi Cinta Pada Pria Candu Judi Online, Mahasiswi Cantik Asal Gorontalo Gelapkan 11 Laptop
Meski demikian, sang pemilik warung Bakso Ronggolawe membantah unggahan video yang viral di media sosial tersebut karena menurutnya usaha yang sudah ia jalankan sejak lama tidak menggunakan bahan daging tikus seperti yang dituduhkan dalam video viral tersebut.
Menurut Agus ada sejumlah kejanggalan dalam video tersebut terutama ketika si pembuat video membuka isi bakso yang terlalu mudah. Bahkan Agus menduga jika bakso tersebut memang sengaja dan sudah disiapkan dari rumah.
Akibat video viral tersebut, pemilik Bakso Ronggolawe Intan Puspita Mayasari mengaku dagangannya sepi. Dan yang biasa terjual 600 porsi perhari kini menjadi 50 porsi per hari saja sulit.
Baca Juga: Wanda Hara Ikut Pengajian Ustaz Hanan Atakki Memakai Cadar, Kini Terancam Dilaporkan Polisi
Tak tinggal diam, sang pemilik bakso kemudian melaporkan dugaan konten hoaks tersebut ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Ia berharap agar permasalahan ini cepat selesai.