Penguntitan 6 anggota Densus 88 terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah, dan penangkapan Briptu IM berujung pada aksi konvoi puluhan anggota Densus 88 mengendarai kendaraan roda dua dengan mengenakan seragam hitam-hitam, dan membawa senjata laras panjang, serta mengerahkan kendaraan rantis mendatangi kompleks Kejagung pada Senin malam (20/5).
Kemudian memutari gedung Kejagung selama lebih dari tiga kali, dan selalu berhenti selama 5-10 menit di gerbang masuk gedung Kejagung.
Puluhan anggota densus 88 melakukan konvoi mengendarai motor trail, menyalakan sirene, menggeber-geber gas motor, sambil berteriak-teriak, bahkan mengerahkan kendaraan lapis baja mengelilingi kompleks Kejagung dari jalan Bulungan ke arah jalan Panglima Polim.
Aksi konvoi serupa terjadi pada Kamis (23/5/2024) malam dan juga terlihat drone yang terbang diatas lapangan Kejagung seperti melakukan pemantauan di dalam gedung Korps Adhyaksa. Sebelumnya pada Selasa malam, tim pengamanan dalam (Pamdal) melihat ada drone yang diterbangkan, dan sempat akan dilakukan penembakan terhadap drone tersebut.
Dengan adanya aksi teror dan intimidasi tersebut, sejumlah satuan POM Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), serta Angkatan Darat (AD) membantu pengamanan dan penjagaan di sekitar komplek Kejagung, baik di dalam maupun di gerbang pintu masuk.
Bahkan, tim PM dan Pamdal menemukan adanya aktivitas pengintaian melalui udara menggunakan pesawat tanpa awak di atas Gedung Kartika yang merupakan tempat Jampidsus Febrie Adriansyah berkantor.
Sebelumnya, menurut sumber, untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dalam setiap aksi surveillance, kemudian dibuatkan grup WhatsApp (WA) Time Zone. Di dalam grup WA tersebut, jumlah anggota densus polri sebanyak 10 orang.
"Bahwa yang menjadi tujuan adalah untuk sarana komunikasi tim yang mengerjakan Jampidsus," kata sumber dalam keterangan di Jakarta, Kamis (30/5/2024).
Didalam grup tersebut, dikatakan sumber, ada sejumlah nama identitas anggota Densus 88 polri yang bertugas sebagai Satgas Densus Jawa Tengah, yakni Briptu lM, Briptu AS, Briptu BA (Avanza).
Selanjutnya, Briptu A (AW), Briptu F, dan Briptu I (AW) Keempatnya bertugas sebagai Satgas Densus Polda Jateng.
Kemudian anggota personel khusus anti teror yang bertugas sebagai Satgas Densus Polda Jawa Barat (Jabar) dengan identitas yang berhasil dihimpun dari sumber, yakni TN dan Briptu D (GC).
Aksi penguntitan dan surveillance mendapat perintah dari Kasatgas Densus 88 Wilayah Jawa Tengah, Kombes Pol MTK. Dan Ketua tim (Katim) Densus 88 Wilayah Jateng Mabes Polri, AKP H. []