Rentetan Pengintaian Anggota Densus 88 hingga Aksi Konvoi Gunakan Dua Kendaraan Rantis di Sekitar Kejagung

Photo Author
Y. Permana, Insibernews
- Sabtu, 25 Mei 2024 | 07:08 WIB
Aksi Anggota Densus 88 melakukan pengintaian hingga Konvoi Gunakan Dua Kendaraan Rantis di Sekitar Kejagung. (foto: Y. Permana/InsiberNews)
Aksi Anggota Densus 88 melakukan pengintaian hingga Konvoi Gunakan Dua Kendaraan Rantis di Sekitar Kejagung. (foto: Y. Permana/InsiberNews)

INSIBERNEWS - Sejumlah anggota polisi melakukan konvoi dengan mengenakan seragam dinas harian dan membawa senjata api (senpi) laras panjang pada Senin (20/5) malam dengan memutari atau mengelilingi sekitaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung).

Bahkan konvoi tersebut dengan mengerahkan dua kendaraan rantis dengan memutari atau mengelilingi gedung Kejagung sebanyak 3 kali. Dalam aksi konvoi yang diduga dilakukan anggota densus 88 itu selalu berhenti beberapa menit di gerbang pintu masuk Kejagung di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, sejumlah anggota Densus 88 anti-teror polri melakukan pengintaian atau penguntitan terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah saat makan malam di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Rela Antre BPJS Kesehatan Seharian di Tangsel, Ikang Fawzi : Namanya Rakyat Biasa Harus Sabar

Dari 6 anggota Densus 88 yang melakukan pengintaian, 1 orang diantaranya berhasil diamankan oleh Polisi Militer (PM) yang bertugas melaksanakan pengamanan dan pengawalan kepada Jampidsus atas perintah Jaksa Agung RI ST Burhanuddin.

Satu anggota Densus 88 Anti-teror yang diamankan dan di interogasi berinisial IM

berpangkat Bripda. Sementara 5 anggota densus 88 berhasil kabur setelah aksi pengintaian terendus oleh pengawal PM.

Namun hingga kini belum diketahui motif dan tujuan sejumlah anggota Densus 88 polri melakukan pengintaian dan penguntitan terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah, dan siapa atasan atau perwira tinggi (Pati) Polri yang memberikan perintah kepada anggota polisi dari kesatuan khusus bernama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Baca Juga: Resmi Gugat Cerai Anji Setelah Nikah 12 Tahun, Wina Natalia : Keputusan Ini Tidak Gampang

Tak berhenti sampai disitu, pada Selasa (21/5) malam ada drone yang melakukan pemantauan diatas gedung Kejagung setelah diketahui oleh petugas keamanan dalam. Kemudian berlanjut pada Kamis (23/5), anggota polisi dari Polda Metro Jaya melakukan aksi

konvoi yang diduga dipimpin oleh Bripda Zaky dengan membawa 12 personel dan menggunakan sepeda motor dan beberapa kendaraan taktis hingga rantis.

Belasan anggota polisi melakukan konvoi disekitaran gedung Kejagung. Bahkan sejumlah anggota polisi tersebut meminta izin dan memaksa masuk ke dalam lingkungan kantor Kejagung dengan alasan dalam rangka cipta kondisi Kamtibmas.

Namun, aksi anggota polisi yang memaksa masuk tersebut sempat adu argumen dengan petugas keamanan kantor Kejagung dengan dibantu Polisi Militer (PM) yang ikut berjaga melakukan pengamanan kantor instansi penegak hukum.

Baca Juga: Marshel Widianto Maju Jadi Kandidat Gerindra untuk Pilkada Tangsel 2024

Halaman:

Editor: Taufik RM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X