INSIBERNEWS – Proses pencarian dan evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa masih terus dilakukan. Memasuki hari ke-14 operasi, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) diturunkan untuk membantu proses pencarian di sekitar bangkai kapal.
Kondisi bangkai kapal yang berada di kedalaman puluhan meter di bawah permukaan laut dan masih mengalami pergerakan membuat proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus.
Para penyelam BSG melakukan pencarian dengan masuk ke sejumlah bagian kapal. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memecahkan kaca jendela kapal untuk membuka akses dan menarik korban yang ditemukan di dalamnya.
Aktivitas pencarian tersebut juga didokumentasikan melalui video yang kemudian dibagikan Basarnas melalui akun media sosial resminya maupun akun sejumlah anggota BSG.
Penyelam Basarnas Jawab Kritik soal Video Evakuasi
Dokumentasi proses evakuasi rupanya mendapat sorotan dari sejumlah warganet. Salah satu anggota BSG, Pras melalui akun Instagram @egaprasutiaa, menanggapi komentar yang mempertanyakan aktivitas perekaman video saat operasi berlangsung.
Seorang warganet mempertanyakan apakah video tersebut dibuat untuk mendukung misi penyelamatan atau sekadar menghasilkan konten.
Pras kemudian memberikan penjelasan mengenai alasan tim mendokumentasikan kegiatan penyelamatan tersebut.
Baca Juga: Indonesia Hormati Absolute Pardon Marcos untuk Mary Jane, Yusril: Tanggung Jawab Sudah Beralih
Menurut dia, dokumentasi merupakan bagian dari bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat mengenai pekerjaan yang dilakukan Basarnas sebagai lembaga pemerintah.
“Begini ya Mas Y, Basarnas itu instansi pemerintah dan pegawainya itu ASN. Nah, gaji kami ini berasal dari APBN,” ujar Pras dalam unggahannya yang dikutip pada Minggu, 27 September 2026.
Ia menjelaskan, APBN salah satunya bersumber dari penerimaan perpajakan. Karena itu, masyarakat dinilai memiliki hak untuk mengetahui kinerja para petugas yang menjalankan tugas negara.
“APBN ini salah satu sumber pendapatannya dari penerimaan perpajakan. Masnya kan bayar pajak, berhak dong melihat kinerja kami para ASN Basarnas yang digaji dari APBN,” katanya.
Baca Juga: Bongkar Sindikat Mafia Tanah, KPK Sita Tumpukan Dolar hingga Perhiasan Emas dari Kanwil BPN Jatim