news

Saham MGLV Melesat Cetak Rekor Baru, Rights Issue Rp2,4 Triliun untuk Pusat Data AI Jadi Magnet Investor

Selasa, 8 September 2026 | 13:43 WIB
Ilustrasi pasar saham. PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) berencana memperkuat bisnis data center melalui rights issue yang berpotensi menghimpun dana sekitar Rp2,4 triliun. (Moondance dari Pix
INSIBERNEWS - Pergerakan saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) kembali menjadi primadona dan mencuri perhatian pelaku pasar pada perdagangan Selasa (8/9/2026).
 
Hingga paruh pertama bursa, harga saham emiten infrastruktur digital ini melonjak tajam sebesar 10 persen hingga bertengger di level Rp14.850 per lembar.
 
Pencapaian ini sangat impresif karena sekaligus mencatatkan rekor harga tertinggi baru saham perseroan selama kurun waktu 52 minggu terakhir, mengakumulasi kenaikan luar biasa hingga melebihi 500 persen sejak awal tahun berjalan.
 
Baca Juga: Rentetan Erupsi Gunung Api Ancam Nusantara, Ketua DPR Puan Maharani Desak Penguatan Mitigasi Terpadu

Lonjakan valuasi tersebut tidak lepas dari antusiasme pasar menyambut aksi korporasi besar-besaran yang tengah dirampungkan perusahaan.
 
Sehari sebelumnya, perseroan telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna memuluskan agenda Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I).
 
Lewat skema rights issue ini, MGLV berencana menerbitkan maksimal 285,7 juta saham baru dengan asumsi harga pelaksanaan Rp8.400, yang berpotensi meraup dana segar hingga Rp2,4 triliun dari pasar modal.

Injeksi modal berskala raksasa ini menjadi kunci utama bagi MGLV, yang sebelumnya bernama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk, untuk mewujudkan transformasi bisnisnya.
 
Baca Juga: BMKG Tepis Hoaks Tsunami Anak Krakatau, Warga Pesisir Selat Sunda Diminta Tak Panik
 
Sebagian besar dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk mengambil alih piutang entitas terafiliasi serta mendanai ekspansi fasilitas high-density data center.
 
Langkah strategis ini sengaja diambil untuk menjawab lonjakan kebutuhan infrastruktur penyimpanan data berkapasitas tinggi yang mampu menopang teknologi komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI) di masa depan.

"Tujuan dari rencana PMHMETD I oleh Perseroan adalah pengembangan bisnis untuk mendukung pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan prospek usaha Perseroan ke depannya," tulis manajemen MGLV dalam dokumen keterbukaan informasi terbarunya.
 
Baca Juga: 209 Penerbangan Batal, Bandara Soekarno-Hatta Tutup akibat Erupsi Anak Krakatau

Skala aksi korporasi ini dinilai sangat ambisius jika dibandingkan dengan ukuran finansial MGLV saat ini. Berdasarkan neraca per April 2026, total aset perseroan hanya berada di kisaran Rp181,41 miliar.
 
Namun, apabila seluruh hak memesan efek tereksekusi penuh pada asumsi harga awal, postur keuangan perusahaan diproyeksikan akan membengkak drastis hingga mencapai total aset sekitar Rp2,53 triliun dengan permodalan yang jauh lebih kuat.
 
Baca Juga: Langit Jakarta hingga Lampung Dikepung Abu Anak Krakatau, BNPB-BMKG Gelar Operasi Cuci Udara

Selain faktor ekspansi, sentimen positif juga didorong oleh struktur baru pemegang saham pengendali yang melibatkan sejumlah nama besar. PT Nextier Datamate Center kini tercatat memegang kendali 74,06 persen kepemilikan, dengan figur penting seperti Glenn T. Sugita, Suriyanto, dan Sugito Walujo berada di baliknya.
 
Menariknya lagi, entitas investasi yang terafiliasi dengan taipan Garibaldi "Boy" Thohir juga tercatat memiliki porsi saham di perusahaan ini, sehingga menambah tingkat kepercayaan para investor.

Meski dipenuhi katalis positif, para investor ritel tetap diimbau untuk mewaspadai potensi efek samping dari penerbitan saham baru ini.
 
Baca Juga: 2 Terdakwa Kasus Andrie Yunus Dapat Keringanan, Menteri HAM Desak Langkah Kasasi
 
Dengan beredarnya miliaran saham tambahan di pasar, pemegang saham lama yang memutuskan untuk tidak mengeksekusi haknya dihadapkan pada ancaman dilusi atau penurunan persentase kepemilikan maksimal sebesar 13,04 persen.
 
Kini, pelaku pasar terus menanti rincian final dari harga pelaksanaan serta kejelasan peta jalan proyek pusat data AI yang akan digarap perusahaan.***

Tags

Terkini