Kerusakan turut terjadi pada sektor transportasi. Sedikitnya lima bandara mengalami kerusakan pada bagian terminal. Dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere, juga terdampak.
Di sisi lain, sejumlah ruas jalan tertutup material longsor sehingga menghambat mobilitas tim penyelamat maupun distribusi bantuan. Kementerian Pekerjaan Umum telah mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses yang tertutup.
Operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan setelah muncul laporan mengenai warga yang kemungkinan masih terjebak di dalam bangunan.
Baca Juga: Sikat Habis Beking Aparat, Prabowo Pamer Laba BUMN Tembus Ratusan Triliun Tanpa Suntikan Dana
BNPB memperkirakan jumlah warga yang masih membutuhkan pertolongan tersebut kurang dari 10 orang. Namun, angka itu masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri dikerahkan untuk menyisir lokasi terdampak dan mengevakuasi warga.
"Prioritas utama saat ini penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di bangunan," kata Suharyanto.
Baca Juga: Kawal Sidang Tahunan MPR RI 2026, 8.095 Personel Gabungan Disiagakan Tanpa Senjata Api
Untuk mempercepat penanganan pascagempa, BNPB menyiapkan dua helikopter dan satu pesawat fixed-wing. Armada tersebut akan digunakan untuk mendukung proses evakuasi sekaligus mengangkut bantuan ke wilayah yang terdampak.
Pemerintah juga menyiapkan perangkat komunikasi cadangan sebagai antisipasi apabila jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.
Kebutuhan dasar bagi warga yang mengungsi mulai disalurkan, meliputi makanan, air bersih, tenda, generator listrik, hingga perlengkapan lainnya.
Baca Juga: Tutup Permanen 504 Dapur MBG Tak Layak Sanitasi, BGN Tegaskan Keselamatan Anak Jadi Prioritas Utama
Selain bantuan tersebut, pemerintah menyiapkan 50.000 paket sembako untuk dikirim ke sejumlah wilayah terdampak gempa NTT.
BNPB memastikan proses pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan.
Untuk sementara, fokus penanganan diarahkan pada pencarian korban, evakuasi warga, pembukaan akses jalan, pemulihan komunikasi, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat yang mengungsi.***