news

Trump Tak Tutup Keinginan Maju 3 Periode, tapi Konstitusi AS Jadi Batu Sandungan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:57 WIB
Trump Tak Tutup Keinginan Maju 3 Periode, tapi Konstitusi AS Jadi Batu Sandungan (Istimewa)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuka pembicaraan mengenai kemungkinan dirinya maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2028. 

Trump mengaku memiliki keinginan untuk kembali mencalonkan diri, meski menyadari aturan konstitusi negaranya membatasi masa jabatan presiden.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media pada Selasa (11/8). Ia mengatakan banyak pihak masih mendorong dirinya untuk kembali bertarung dalam Pilpres AS 2028.

Baca Juga: Prabowo Pilih Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Ini Pertimbangannya

Trump bahkan menyebut seruan agar dirinya mencalonkan diri untuk periode ketiga terdengar dalam sebuah acara yang dihadirinya.

"Anda tahu UU sangat tegas mengenai hal itu. Saya sangat ingin mencalonkan diri, tetapi UU sangat tegas. Semua orang bertanya kepada saya," ujar Trump.

Ia menambahkan, sejumlah orang bahkan meneriakkan dukungan agar dirinya kembali maju pada Pilpres 2028. Meski demikian, Trump mengakui terdapat aturan yang menjadi penghalang bagi keinginannya tersebut.

Baca Juga: Jokowi Buka Suara soal Kaesang Maju Nyaleg di Dapil Jateng V pada Pemilu 2029

Konstitusi AS Batasi Presiden Maksimal Dua Periode

Pilpres AS 2028 dijadwalkan digelar untuk memilih presiden baru setelah masa jabatan kedua Trump berakhir.

Trump saat ini tengah menjalani periode kedua sebagai Presiden AS. Berdasarkan Amendemen ke-22 Konstitusi AS, seseorang tidak dapat dipilih sebagai presiden lebih dari dua kali.

Aturan tersebut membuat peluang Trump untuk kembali mencalonkan diri pada 2028 menjadi persoalan konstitusional. Kendati demikian, Trump sebelumnya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan untuk mencoba mencari jalan agar dapat kembali maju.

Baca Juga: Kabar Gembira Buat Buruh Tani! Mentan Amran Janji Permudah Akses Bantuan Traktor dan Mesin Canggih

Isu mengenai masa jabatan ketiga Trump pun terus menjadi perhatian politik AS, terutama menjelang persaingan menuju Pilpres 2028.

Di tengah pembahasan mengenai Pilpres 2028, nama calon penerus Trump dari Partai Republik juga mulai mencuat.

Halaman:

Tags

Terkini