"Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut," sambungnya.
Kasus pembunuhan tersebut mulai terungkap setelah polisi menemukan jasad seorang pria tanpa identitas yang dimasukkan ke dalam karung di wilayah Pancoran Mas, Depok.
Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian berkoordinasi dengan Polres Metro Depok dan sejumlah polsek untuk mengungkap identitas korban.
Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Winda Lorenza, Soroti Sejumlah Kejanggalan
Penyidik mencocokkan temuan tersebut dengan laporan orang hilang yang diterima kepolisian pada 24 Juli 2026. Dari penelusuran tersebut, polisi menemukan laporan kehilangan seorang pria berinisial K.
Penyelidikan kemudian dilanjutkan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti di lapangan. Dari proses tersebut, polisi menemukan petunjuk bahwa korban terakhir kali diketahui bersama Saepul.
“Pada tanggal 24 ada laporan kehilangan orang yang kemudian kami telusuri atas nama inisial K. Kemudian kami mendalami saksi-saksi, mengumpulkan bukti-bukti dan ditemukan fakta bahwasanya inisial K terakhir kali sedang bersama dengan inisial S, yang kami curigai merupakan pelaku pembunuhan tersebut,” ujar Breggy.
Baca Juga: Endus Banyak Kejanggalan, Keluarga Winda Lorenza Resmi Laporkan Dugaan Pembunuhan ke Polda Sumut
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk mendalami keterlibatan Saepul dalam kasus pembunuhan hingga mutilasi terhadap K. ***