news

Endus Banyak Kejanggalan, Keluarga Winda Lorenza Resmi Laporkan Dugaan Pembunuhan ke Polda Sumut

Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:03 WIB
Kasus kematian Winda Lorenza Gowasa yang tengah jadi sorotan karena perbedaan keterangan polisi dan keluarga. (Instagram/justiceforwindalorenza2)

INSIBERNEWS - Misteri kematian Winda Lorenza Gowasa, mantan istri seorang polisi berinisial Bripka IH dari Polrestabes Medan, memicu polemik panas di tengah masyarakat.

Pihak kepolisian bersikukuh bahwa korban tewas akibat bunuh diri menggunakan senjata api, namun narasi tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak keluarga.

Mereka menemukan rentetan kejanggalan pada kondisi jenazah, mulai dari memar membiru hingga luka jahitan aneh, yang justru mengarah kuat pada dugaan tindak pembunuhan.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Soroti Komentar Nakes soal Pasien BPJS, Tegaskan Empati Harus Jadi Prioritas

Berdasarkan kronologi versi kepolisian, insiden berdarah itu terjadi di dalam kamar mandi rumah pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, Bripka IH diketahui berada di lokasi yang sama bersama kedua anak mereka, pengasuh, dan sang nenek.

Korban diklaim telah mengambil pistol jenis revolver secara diam-diam dari dalam tas mantan suaminya untuk mengakhiri hidup, di mana posisi senjata mematikan itu diakui sempat dipindahkan oleh IH karena panik usai mendapati korban bersimbah darah.

"Motif bunuh diri ini pada saat ditinggalkan di kamar tersebut, faktanya bahwa korban berada di dalam kamar mandi dengan mengambil senjata api jenis revolver milik Bripka IH," ungkap Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat membeberkan temuan awal penyidik dari hasil olah TKP kepada awak media pada Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Banjir Kritik, Dokter Tamara Jasmine Minta Maaf soal Komentar BPJS: Itu Opini Pribadi

Calvijn menegaskan bahwa proses pelaporan pasca-kejadian berjalan normal tanpa ada unsur kesengajaan menunda waktu. Tim penyidik juga memastikan hasil autopsi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan, baik akibat hantaman benda tumpul maupun goresan benda tajam, selain satu luka tembak fatal di bagian kepala.

Menurut kepolisian, sama sekali tidak ada bekas kekerasan fisik lain di tubuh korban yang bisa dijadikan landasan kecurigaan pembunuhan.

Bantahan keras justru disuarakan oleh keluarga Winda yang hancur hatinya saat melihat kondisi jenazah dipenuhi luka tak wajar. Adik kandung korban, Ica, membeberkan bahwa sekujur tubuh kakaknya dipenuhi luka memar kebiruan yang mengerikan di area mata, pusar, paha, jari, hingga adanya goresan di bagian lutut.

Baca Juga: Heboh! Pria Dibacok Samurai karena Utang Rp150 Ribu di Bandung, Ini Kronologinya

Lebih mengejutkan lagi, keluarga menemukan luka jahitan berukuran besar di bagian leher yang diklaim polisi sebagai bekas suntikan medis, padahal ukurannya dinilai sangat tidak masuk akal.

"Yang saya lihat, matanya udah memar terus luka di bagian leher, bekas jahitan. Ditanya itu apa karena kayaknya bukan bagian otopsi, dijawab polisi, 'Kemarin ada yang disuntikkan,' tapi kenapa besar dan harus dijahit? Jahitannya besar, obat apa?" keluh Ica, mencurahkan kekecewaan mendalamnya melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @michellenuuloo, pada Jumat (7/8/2026).

Halaman:

Tags

Terkini