news

Sah! RI dan Arab Saudi Teken MoU Bersejarah, Siap Genjot Investasi dan Proyek Hijau

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:13 WIB
Kerja Sama Indonesia-Arab Saudi dalam Proyek Hijau (Dok. Ist)

INSIBERNEWS - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi kini memasuki babak baru yang jauh lebih menjanjikan.

Kedua negara sahabat yang telah lama memiliki kedekatan historis ini sepakat untuk memperluas cakupan kerja sama mereka, dengan merambah secara serius pada peningkatan arus penanaman modal langsung demi mendongkrak perekonomian masing-masing.

Sinergi strategis tersebut secara resmi dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung hangat.

Baca Juga: Pelarian Berakhir di Banten, Polisi Ringkus Terduga Pemutilasi Mayat dalam Karung di Depok

Kesepakatan tingkat tinggi ini diteken langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, bersama rekan sejawatnya, Menteri Investasi Kerajaan Arab Saudi, Fahad bin Abduljalil Al-Saif.

Melalui payung hukum ini, Jakarta dan Riyadh berkomitmen untuk saling membuka peluang lebar di berbagai sektor potensial dan strategis.

Sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, hingga transisi energi hijau diproyeksikan akan menjadi primadona dalam menarik minat para pemilik modal dari negara teluk tersebut untuk menanamkan uangnya di Tanah Air.

"Hari ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman. Hari ini adalah tentang mentransformasikan persahabatan yang telah terjalin lama menjadi kerja sama ekonomi yang lebih kuat," ujar Rosan dalam keterangan resminya pada Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Heboh! Pria Dibacok Samurai karena Utang Rp150 Ribu di Bandung, Ini Kronologinya

Bagi Indonesia, komitmen pendanaan dari Arab Saudi tentu menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah mengebut program hilirisasi sumber daya alam.

Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya sekadar berupa pembangunan fasilitas fisik, melainkan juga mampu menciptakan efek domino yang positif, seperti terbukanya ribuan lapangan kerja baru dan adanya transfer teknologi bagi para pekerja lokal.

Di sisi lain, langkah proaktif Arab Saudi ini sangat sejalan dengan program transformasi Visi 2030 yang tengah mereka gaungkan secara global.

Negara yang selama ini dikenal sebagai raksasa minyak dunia tersebut memang sedang gencar melakukan diversifikasi ekonomi agar tidak lagi bergantung pada sektor energi fosil, dan Indonesia dipandang sebagai mitra kunci yang sangat menguntungkan di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Gara-Gara Emosi Buang Kunci Pacar, Pemuda 19 Tahun Hilang Digulung Arus Kali BKB Grogol

Halaman:

Tags

Terkini