news

KPK Bongkar Brankas Rahasia Bupati Sukoharjo, Sita Rp21,2 Miliar Uang Tunai hingga Emas Batangan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:55 WIB
Penampakan KPK sita Rp21, 2 Miliar dan Emas dalam OTT Bupati Sukoharjo (Dok. KPK RI)

INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi memamerkan barang bukti bernilai miliaran rupiah hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo berinisial ETS.

Penampakan harta kekayaan yang diduga kuat berasal dari praktik kotor tersebut diungkap secara terbuka kepada publik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Sabtu (11/7).

Rangkaian operasi senyap yang berlangsung pada Kamis sebelumnya menjadi langkah tegas lembaga antirasuah dalam membersihkan praktik rasuah di tingkat daerah.

Tim penyidik bergerak cepat menyisir beberapa lokasi dan berhasil mengamankan belasan orang yang dinilai saling berkaitan dengan pusaran korupsi di lingkungan pemerintah kabupaten tersebut.

Baca Juga: Mundur dari Jampidsus, Sikap Legawa Febrie Adriansyah Tuai Pujian Pakar Hukum

"Tim KPK mengamankan sejumlah delapan belas (18) orang di tiga wilayah, Sukoharjo, Solo, dan Wonogiri. Kemudian sejumlah sembilan (9) orang di antaranya dibawa ke Gedung Merah Putih untuk dimintai keterangan lebih lanjut," papar Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, saat menjelaskan proses penangkapan di lapangan kepada awak media.

Dari tangan para pihak yang ditangkap, penyidik sukses menyita aset fantastis dengan total mencapai Rp21,2 miliar yang disembunyikan di dalam dua brankas rahasia di wilayah Wonogiri dan Laweyan.

Harta tersebut tidak hanya berupa tumpukan uang tunai rupiah sebesar Rp6,4 miliar, tetapi juga dipenuhi berbagai lembaran mata uang asing senilai Rp7,5 miliar.

Baca Juga: Kena OTT KPK, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Kepergok Simpan Emas dan Uang Miliaran Rupiah

Selain uang tunai lintas negara, penyidik turut mendapati aset investasi berupa 25 keping logam mulia seberat masing-masing 100 gram, sehingga total emas batangan yang disita mencapai 2,5 kilogram dengan taksiran harga Rp7,3 miliar.

Pecahan valuta asing yang diamankan pun amat beragam, mulai dari Dolar Singapura, Dolar Australia, Dolar Amerika Serikat, Yen Jepang, Ringgit Malaysia, hingga Baht Thailand.

Menariknya, brankas empat laci yang ditemukan di kawasan Wonogiri disinyalir secara khusus difungsikan oleh sang bupati sebagai tempat utama penampungan uang gelap.

Dana bernilai miliaran rupiah tersebut diduga mengalir deras dari hasil pungutan liar serta setoran wajib rutin yang membebani sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah pemerintahannya.

Baca Juga: Jampidsus Febrie Adriansyah Pastikan Kasus Dugaan Korupsi MBG Terus Berjalan, Sebut Ada 47 Nama yang Masuk Radar Penyidik

Halaman:

Tags

Terkini